16.517 Sapi Betina Produktif Diselamatkan Sepanjang 2017

Jumat, 02 Februari 2018 – 08:19 WIB
Rapat koordinasi pengendalian pemotongan ternak ruminansia betina produktif dan kesejahteraan hewan. Foto: Kementan

jpnn.com, BOGOR - Selama tahun 2017 sebanyak 16.517 ekor jumlah betina produktif berhasil dicegah untuk dipotong. Hal tersebut disampaikan oleh I Ketut Diarmita pada Acara Rapat Koordinasi Pengendalian Pemotongan Ternak Ruminansia Betina Produktif dan Kesejahteraan Hewan, di ICC IPB Botani Square Bogor, Kamis (1/2).

“Dengan telah dilakukannya pencegahan terhadap pemotongan betina produtif sebanyak 16.517 ekor berarti potensi ekonomi yang berhasil diselamatkan dari kegiatan ini mencapai 49,55 miliar rupiah,” katanya.

BACA JUGA: Harga Gabah Jatuh, Petani Menjerit

I Ketut Diarmita mengatakan, saat ini pemerintah terus melakukan upaya dalam pemenuhan kebutuhan protein hewani melalui program percepatan peningkatan populasi sapi dan kerbau nasional melalui program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab).

Kegiatan Pengendalian Pemotongan Ternak Ruminansia Betina Produktif merupakan salah satu kegiatan untuk mendukung Upsus Siwab (Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting).

BACA JUGA: Harga Gabah Anjlok Jelang Panen Raya, Petani Menjerit

Hal ini karena pemotongan betina produktif masih cukup tinggi. Dari data ISIKHNAS dalam empat tahun terakhir pemotongan betina produktif rata-rata diatas 22 ribu ekor tiap tahunnya.

“Jadi tiap tahun kita kehilangan potensi penambahan populasi sebanyak 22 ribu. Tingginya pemotongan betina produktif sangat berpengaruh terhadap keberhasilan program Upsus SIWAB, di mana dapat mengurangi akseptor dan betina bunting,” ujarnya.

BACA JUGA: Petani Terancam Rugi Rp 40 Triliun, Mentan Langsung Beraksi

Dalam menekan laju pemotongan sapi/kerbau betina produktif, Ditjen PKH telah melakukan serangkaian kegiatan mulai dari sosialisasi, pengawasaan dan kerja sama dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia.

I Ketut Diarmita mengatakan, pengendalian pemotongan betina produktif sangat kental dengan aspek penegakan hukum, sehingga Ditjen PKH kerjasama dengan Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) Kepolisian.

Tahun 2017 kegiatan pengendalian betina produktif difokuskan pada 17 provinsi yang angka pemotongan betina produktifnya cukup tinggi.

Kegiatan sosialisasi dan pengawasan dengan pihak Kepolisian cukup efektif dalam menekan laju pemotongan sapi/kerbau betina produktif. Ini terlihat dari adanya penurunan pemotongan betina produktif pada semester II tahun 2017 dimana kegiatan sosialisasi dan pengawasan mulai efektif berjalan.

“Pemotongan sapi/kerbau betina produktif pada Semester II Tahun 2017 mengalami penurunan sebesar 14,3% di 17 provinsi lokasi target” ujar Diarmita.

Untuk itu, Ditjen PKH pada tahun 2018 melanjutkan kegiatan tersebut dengan tujuan untuk mencegah ternak betina produktif yang akan dipotong, sehingga dapat menyelamatkan ternak betina produktif sebagai target aseptor IB dan menyelamatkan pedet dari ternak betina bunting.

“Secara nasional pemotongan sapi/kerbau betina produktif masih tinggi. Kami berharap dengan intensifnya kegiatan sosialisasi dan pengawasan dapat menekan laju pemotongan sapi/kerbau betina produktif yang pada akhirnya akan membantu target pemerintah dalam melakukan percepatan peningkatan populasi sapi/kerbau nasional menuju visi Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” pungkasnya. (adv/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ketua MPR: Kami Bela Mentan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Kementan  

Terpopuler