17 Nyawa Melayang Gara-Gara Kapten Sepelekan Pelampung

Senin, 23 Juli 2018 – 23:55 WIB
Tenggelam. Ilustrasi. Foto: Pixabay

jpnn.com - Dalam suasana sesantai dan segembira apa pun, keselamatan tidak boleh diabaikan. Insiden di Table Rock Lake, Branson, Negara Bagian Missouri, Amerika Serikat (AS), contohnya. Karena kapten tidak menganjurkan penumpang memakai pelampung, 17 nyawa melayang ketika kapal wisata terbalik di tengah badai.

”Saya kehilangan semua anak saya. Saya kehilangan suami, ibu mertua, ayah mertua, paman, kakak ipar, dan keponakan saya juga,” kata Tia Coleman dalam wawancara dengan stasiun televisi Indianapolis TV seperti dilansir The Guardian, Sabtu (21/7).

BACA JUGA: Ini Kesalahan Terbesar Trump, Sangat Fatal

Coleman dan sepuluh anggota keluarganya pelesir di danau air tawar itu pada Kamis (19/7). Mereka menumpang duck boat (sebutan untuk kapal wisata tersebut) yang sama. Mereka berdampingan. Tetapi, saat kapal celaka akibat angin ribut, hanya dia dan seorang keponakannya yang selamat. Sembilan anggota keluarga yang lain meninggal. Termasuk tiga anaknya.

”Sebelum kapal melaju, kapten mengatakan kepada kami untuk tidak usah memakai pelampung. ’Kalian tidak akan membutuhkannya’,” ucap Coleman menirukan kalimat sang kapten. Maka, saat badai melanda, para penumpang panik dan buru-buru meraih pelampung yang sebenarnya sudah disediakan. Namun, semua sudah terlambat.

BACA JUGA: Sering Kecelakaan Kapal, Sebaiknya Pakai Teknologi Perairan

Sheriff Stone County Doug Rader menyatakan, setelah terbalik, kapal tersebut tenggelam sampai sekitar 12 meter dari permukaan danau. Saat itu ada satu kapal lain yang juga nyaris terbalik karena badai. Tetapi, kapal tersebut selamat dan berhasil kembali ke dermaga.

Kini aparat sedang menyelidiki lebih lanjut penyebab jatuhnya banyak korban dalam insiden itu. ”Kapten kapal tersebut selamat. Kami akan segera memeriksanya setelah kondisi fisiknya membaik,” tutur Rader.

BACA JUGA: Kapal Terbalik, 21 Nelayan Tenggelam

Sampai kemarin, penduduk Branson masih berduka. Apalagi, insiden yang melibatkan kapal wisata tersebut merupakan yang paling parah sepanjang dua dekade terakhir. ’’Branson adalah kota yang ramah dan selalu tersenyum. Tapi, sekarang kita sedih dan berduka,’’ ungkap Wali Kota Karen Best sebagaimana dilansir Associated Press. (c20/hep)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Putin Panen Pujian, Trump Habis Dikata-katai


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler