18 Pekerja Tewas dalam Kecelakaan Maut, Mantan Kapolda Papua Barat Buka Suara

Kamis, 14 April 2022 – 14:50 WIB
Paulus Waterpauw (kanan). Foto: Ridwan/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Deputi II Badan Nasional Pengelolaan Potensi Perbatasan (BNPP) Komjen (P) Paulus Waterpauw menyampaikan dukacita mendalam atas kecelakaan maut di Pegunungan Arfak, Papua Barat yang terjadi pada Rabu (13/4).

Kecelakaan maut menewaskan 18 orang dan puluhan korban lainnya luka-luka. Para korban ialah pekerja tambang asal Nusa Tenggara Timur (NTT).

BACA JUGA: Video Kelakuan Oknum Polisi Bripka AK Bikin Heboh, Viral di Medsos

“Saya ikut berdukacita kepada seluruh korban kecelakaan maut ini. Kiranya keluarga yang ditingalkan diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi peristiwa ini,” ujar Waterpauw, Kamis (4/14).

Kaka besar -sapaan akrab Waterpauw- prihatin dengan kejadian tersebut, di saat pekerja tambang rakyat sedang menaiki truk yang mengalami gagal rem.

BACA JUGA: Anak Indigo Ramal Pedangdut Inisial D Kecelakaan, Deddy Corbuzier: Wah Gue nih

Mantan Kapolda Papua Barat ini berharap pemerintah setempat dapat membantu para korban memulangkan jenazah ke daerah asalnya masing-masing.

“Saya berharap pemerintah daerah bisa membantu para korban dipulangkan ke daerah asalnya masing-masing. Pemda juga dapat mengevaluasi pemanfaatan tambang rakyat dengan berbagai hal yang bisa menyebabkan risiko yang dihadapi ke depan,” jelas Waterpauw.

BACA JUGA: Komisi V DPR Dapil Papua Temui Menpora Amali, Bahas Pemanfaatan Venue PON Papua

Selain itu, Mantan Kabaintelkam Polri ini juga berharap peristiwa ini menjadi pelajaran semua pihak.

“Harapan saya dengan adanya kejadian ini, tambang itu ditutup sementara,” pungkas Waterpauw.

Mantan Kapolda Papua ini juga mengimbau kepada para pekerja yang berasal dari luar Papua untuk tetap memperhatikan keselamatan kerja, sebab hal tersebut menjadi utama.

“Mencari nafkah boleh saja, tetapi, keselamatan yang utama,” terangnya.

Ucapan dukacita juga disampaikan oleh Kepala suku besar Pegunungan Arfak Obet Ayok Rumbruren.

“Sebagai manusia kita turut berdukacita atas kecelakaan di mana 18 orang yang meninggal dunia, termasuk masih ada korban yang luka berat. Saya sempat melihat korban saat dirawat di rumah sakit Angkatan Laut. Sebagai tokoh masyarakat, kami menyampaikan turut berdukacita atas musibah ini,” ujar Rumbruren. (mcr30/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... 13 Kendaraan Tabrakan Beruntun di Tol Merak, Ya Ampun, Begini Kondisi Penumpang


Redaktur : Rah Mahatma Sakti
Reporter : Muhammad Cholid Ridwan Abubakar Sangaji

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler