2 Buronan Kakap Indonesia Tertangkap di Amerika Serikat, Siapakah Dia?

Senin, 03 Agustus 2020 – 20:50 WIB
Neta S Pane. Foto: dokumen JPNN.Com

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane membocorkan informasi penting, terkait ditangkapnya dua buronan Indonesia oleh pihak keamanan Amerika Serikat.

"Informasi yang diperoleh IPW dari Amerika Serikat menyebutkan bahwa ada dua buronan Indonesia yang masuk dalam red notice, yang sudah diketahui keberadaannya di Amerika Serikat dan sudah berhasil ditangkap," ucap Neta dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin.

BACA JUGA: Memalukan! Kok Bisa Penegak Hukum Dikendalikan Terpidana dan Buronan?

Berdasarkan sumber, kata Neta, kedua buronan ditangkap oleh pihak Imigrasi Amerika Serikat.

Keduanya masuk dalam daftar "red notice" pada 2018. Masing-masing bernama Indra Budiman dan Sai Ngo NG.

BACA JUGA: Neta IPW Sebut Calon Kapolri Jenderal Bintang Dua

Neta mengatakan, Indra Budiman terjerat kasus penipuan dan pencucian uang terkait penjualan Condotel Swiss Bell di Kuta Bali.

Kasus tersebut, katanya, terjadi pada 2015 lalu.

BACA JUGA: PN Jaksel Tolak Permohonan PK Buronan Djoko Tjandra

Rekan Budiman yang bernama Christopher Andreas Lie berhasil ditangkap oleh Subdit Fiskal Moneter dan Devisa Ditreskrimsus Polda Metro Jaya pada Mei 2015.

Kasus itu terungkap setelah keduanya diketahui menipu 1.157 orang, dengan kerugian Rp800 miliar.

"Saat Christopher tertangkap, Indra berhasil kabur ke Korea Selatan dan kemudian ke Amerika Serikat hingga tertangkap," ujar Neta.

Sedangkan Sai Ngo NG terlibat kasus korupsi terkait pengajuan 82 KUR fiktif ke Bank Jatim Cabang Woltermonginsidi, Jakarta, pada 2015.

Neta berharap kedua buronan tersebut, bisa segera diadili oleh Pemerintah Indonesia.

Namun, kata dia, hingga saat ini pihak kepolisian nampaknya masih belum merespons, terkait adanya informasi penangkapan itu.

"Tapi sayangnya hingga saat ini jenderal-jenderal Mabes Polri belum merespons penangkapan dua buronan kakap di Amerika Serikat itu," kata Neta. (antara/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur & Reporter : Rasyid Ridha

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler