2 Langkah Mengatasi Polusi Udara yang Terjadi di Sejumlah Daerah

Rabu, 06 September 2023 – 14:01 WIB
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko menjelaskan secara sains tentang fenomena polusi udara di Gedung BJ Habibie, Jakarta, Selasa (5/9/2023). (ANTARA/Sugiharto Purnama)

jpnn.com - JAKARTA - Pemerintah menyiapkan dua langkah untuk mengatasi polusi udara yang terjadi setiap tahun.

Menurut Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko langkah pertama dengan membuat hujan buatan.

BACA JUGA: Atasi Polusi Udara, Sekda DKI Jakarta Keluarkan Instruksi Begini

Langkah tersebut diambil mengingat polusi udara yang menyelimuti berbagai kota belakangan ini adalah siklus alam yang terjadi setiap tahun akibat musim kemarau.

"Polusi udara saat ini adalah siklus alam karena kekeringan, sehingga partikel polutan berterbangan," ujar Handoko dalam pernyataan yang dikutip di Jakarta, Rabu (6/9).

Handoko menuturkan musim kemarau membuat suhu udara lebih panas dan daratan menjadi kering.

Kondisi itu menghasilkan listrik statis yang membuat polutan lebih lama mengambang di udara dan tidak bisa turun ke tanah.

Polutan hanya bisa luruh melalui bantuan air hujan.

BACA JUGA: Polusi Udara Memburuk, 12.286 Warga Palembang Terkena ISPA

Karena itu, cara generik yang dapat dilakukan saat ini adalah menciptakan hujan buatan melalui teknologi modifikasi cuaca.

"Polutan tidak bisa turun dan yang bisa menurunkan polutan itu hanya hujan."

"Makanya kami membasahi dengan teknologi modifikasi cuaca, itu jalan pintas," ucapnya.

BACA JUGA: Puluhan Kendaraan di Jalaan RE Martadinata Terjaring Razia Uji Emisi, Ini Hasilnya

Lebih lanjut dia menyampaikan bahwa teknologi modifikasi cuaca harus dilakukan secara bijak dan hati-hati.

Karena operasi itu bagian dari intervensi terhadap alam.

BRIN menggelar operasi teknologi modifikasi cuaca itu berdasarkan instruksi BNPB, Kementerian LHK, dan pemerintah provinsi.

"Teknologi modifikasi cuaca tidak ada dampak terhadap lingkungan."

"Itu siklus alam, kami tidak ingin mengatur alam sesuka hati," katanya.

Cara kedua, Indonesia memakai teknologi generator kabut untuk meluruhkan polutan yang beterbangan di udara.

Alat itu dipasang di atas gedung-gedung tinggi untuk mengurangi konsentrasi PM2,5 secara lokal.

Generator kabut mampu menghasilkan semburan air dengan ukuran yang halus dan mengikat polutan agar meluruh ke permukaan tanah. (Antara/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?

BACA ARTIKEL LAINNYA... Luhut Ditunjuk Jadi Koordinator Penanganan Polusi Udara, Epidemiolog UI Bilang Begini


Redaktur & Reporter : Kennorton Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler