2 Tahun Berdiri, J&T Cargo Punya 3 Ribu Outlet dan 2.500 Armada

Kamis, 24 Agustus 2023 – 13:10 WIB
J&T Cargo. Foto: dok J&T Cargo

jpnn.com, JAKARTA - J&T Cargo berhasil membangun total 64 gateway, mendirikan lebih dari 3.000 outlet dan memiliki lebih dari 2.500 armada untuk mendistribusikan paket besar.

Pertumbuhan yang pesat sepanjang dua tahun ini merupakan usaha J&T Cargo yang telah menjalankan strateginya selama ini untuk menjawab kebutuhan logistik di Indonesia.

BACA JUGA: J&T Cargo Terapkan Standar Internasional untuk Jamin Keamanan Barang

Pertumbuhan volume J&T Cargo pun terus meningkat secara drastis dari tahun ke tahun.

J&T Cargo menggunakan konsep kemitraan kepada outlet outlet J&T Cargo yang tersebar di 98% wilayah di Indonesia dan terbukti mampu menyerap banyak tenaga kerja dan meningkatkan kepercayaan publik karena keseluruhan sistem yang dimiliki oleh J&T Cargo pun trackable.

BACA JUGA: Optimalkan Aset, Waskita Beton Precast Jajaki Bisnis Sewa Alat

“Kami awalnya mengkaji kondisi logistik di Indonesia bersama dengan beberapa klien kami, dan kami memutuskan untuk mengambil tindakan cepat dan tepat guna dalam membangun sistem logistik yang lebih efisien, efektif, dan sesuai dengan kondisi geografis Indonesia,” ujar Jonathan Zhong dalam siaran pers, Kamis (24/8).

Efisiensi yang ditawarkan oleh J&T Cargo, dirasakan oleh para pelaku bisnis, tak terkecuali perusahaan ecommerce di bidang B2B.

BACA JUGA: Dukung Spin Off Unit Usaha Syariah, BTN Lirik Beberapa Bank untuk jadi Target Akuisisi

Hadirnya J&T Cargo membuat pengiriman barang kepada pengguna perusahaan tersebut menjadi lebih efisien dari segi biaya, waktu, dan tenaga karena bisa mempercepat ketepatan waktu pengiriman hingga 60% dan luasnya jangkauan wilayah J&T Cargo yang mencakup seluruh Indonesia.

Pengalaman serupa juga terjadi pada perusahaan retail yang memiliki banyak cabang toko di seluruh Indonesia. Fleksibilitas pengiriman dari J&T Cargo telah mempercepat distribusi barang sekitar 20%, memungkinkan klien mengelola stok toko dengan lebih fleksibel, serta menjaga stabilitas harga barang di toko-toko mereka dengan mencegah penumpukan barang di gudang.

Sejak didirikan, J&T Cargo selalu berkomitmen pada SLA (Service Level Agreement) dan cakupan pengiriman yang luas ke berbagai wilayah.

Melalui fitur integrasi data bernama EZTrack, J&T Cargo terhubung dengan platform partner bisnis, sehingga para pelanggan dari partner bisnis kami tidak perlu mengakses situs J&T Cargo hanya untuk mengetahui informasi pelacakan paket.

Dengan fitur ini, pelaku bisnis dapat memesan layanan dari J&T Cargo dan mengatur pickup langsung dari sistem mereka.

“Melalui pengembangan sistem logistik yang berkelanjutan, layanan yang dimiliki oleh J&T Cargo terbukti dapat melayani berbagai segmen bisnis, mulai dari skala pabrik dan korporat hingga UMKM. J&T Cargo akan terus meningkatkan sistem logistik kami, terutama untuk memfasilitasi para pelaku UMKM agar mereka bisa mewujudkan transaksi penjualan dan pembelian barang,” kata Jonathan.

"Hal ini kami lakukan mengingat pertumbuhan ekonomi digital dan pertumbuhan UMKM di Indonesia pun semakin meningkat. Hadirnya kami ternyata dapat memberikan stimulus dan mengoptimalkan potensi daerah di Indonesia sehingga kami pun turut andil memajukan perekonomian Indonesia," imbuhnya.

Pertumbuhan yang pesat dalam sektor UMKM tercermin dalam peningkatan jumlah penjual di e-commerce. Berdasarkan data dari Bank Indonesia pada semester 1 2022, nilai transaksi e-commerce pun mencapai Rp 227,8 triliun, meningkat 22,1% dibanding tahun sebelumnya.(chi/jpnn)


Redaktur & Reporter : Yessy Artada

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler