2 Tujuan Pjs Gubernur Kepri Bahtiar Ziarah ke Makam Daeng Celak dan Daeng Marewa

Minggu, 18 Oktober 2020 – 07:30 WIB
Pjs Gubernur Kepri Bahtiar dan rombongan ziarah di Makam Daeng Celak dan Daeng Marewa di Sei Carang, Senggarang, Tanjungpinang, Sabtu. Foto: ANTARA/HO

jpnn.com, TANJUNGPINANG - Pjs Gubernur Kepri (Kepulauan Riau) Bahtiar melakukan ziarah ke Makam Daeng Celak dan Daeng Marewa di Sei Carang, Kota Tanjungpinang, Sabtu (17/10).

Dua tujuan Bahtiar melakukan kegiatan ziarah. Pertama, sebagai bentuk sikap sopan santun, hormat dan rasa terima kasih atas jasa-jasa para raja terdahulu.

BACA JUGA: Pjs Gubernur Kepri Bahtiar: Tugas Saya Berhasil jika Pilkada Sukses

Kedua, untuk membangkitkan industry pariwisata, khususnya wisata religi.

Bahtiar mengatakan, makam-makam raja yang ada di daerah tersebut berpotensi besar menjadi tujuan wisata religi baik tingkat nasional maupun internasional, asal dikelola lebih maksimal lagi.

BACA JUGA: Sofha Bahtiar Mendorong Ada Produk Unggulan Daerah Tanjungpinang

Menurutnya, para raja ini sebenarnya bukan hanya tokoh nasional, melainkan juga Internasional karena Kerajaaan Melayu dahulunya menguasai hingga tiga negara saat ini yaitu dari Indonesia, Malaysia, Singapura, bahkan hingga ke Brunei Darussalam.

"Potensi sejarah ini yang harus kita maksimalkan dan jelaskan pada turis-turis dari negara tersebut, bahwa sebenarnya leluhur mereka sebenarnya berasal dari sini,” ujar Bahtiar.

BACA JUGA: Cai Changpan 8 Bulan Gali Lubang Pelarian demi Bertemu Istri Lantas Bunuh Diri

Untuk mengubah wajah Kepri menjadi wisata religi kelas internasional, kata Bahtiar, banyak yang harus dilakukan, baik oleh Pemprov Kepri maupun Pemkot Tanjung Pinang maupun dengan kabupaten/kota lain yang masih memiliki jejak peninggalan Kerajaan Melayu terdahulu, seperti yang terdapat di Pulau Penyengat, Kota Tanjung Pinang, dan Pulau Daik, Kabupaten Lingga.

“Kita (Pemprov Kepri, red) harus perbaiki akses jalan agar lebih baik. Makam juga harus dipugar kembali, kalau bisa di sekitar makam dibuat pelataran dan pendopo yang luas agar para penziarah yang datang bisa nyaman. Lebih baik lagi sediakan tempat salat wisman, dan bahkan tempat menginap sementara mereka. Intinya buat para penziarah nyaman,” jelasnya.

Bahtiar mencontohkan makam-makam tokoh dan raja di Pulau Jawa, seperti makam para wali maupun makam para raja dibuat nyaman sehingga penziarah bisa berlama-lama, bukan hanya satu hari bahkan satu minggu.

"Ada baiknya kita (Pemprov Kepri,red) studi banding ke sana nantinya untuk mempelajari cara pengelolannya," ungkap Bahtiar.

Menurut Bahtiar, jika hal ini bisa diwujudkan maka banyak sekali manfaat yang bisa diterima oleh masyarakat Kepri, salah satunya adalah perbaikan perekonomian karena akan banyak wisatawan yang berkunjung baik dalam dan luar negeri.

“Wisata religi ini jika terwujud maka akan banyak dampak positifnya. Masyarakat bisa berjualan di sekitaran makam, produk-produk UKM lokal juga bisa dipasarkan, tempat penginapan pun semakin terisi tingkat huniannya," imbuh Bahtiar.

Ia menilai potensi tersebut luar biasa, apalagi Kepri berbatasan langsung dengan negara Malaysia dan Singapura.

"Tentu ini bisa jadi magnet buat menarik kunjungan wisatawan asing," tuturnya.

Saat melakukan Ziarah ke Makam Daeng Celak dan Daeng Marewa, tempat pertama yang dikunjungi Pjs Gubernur dan rombongan adalah makam Daeng Marewah Kelana Jaya Putera Yang Dipertuan Muda Riau I.

Dilanjutkan ke makam Daeng Celak Yang Dipertuan Muda Riau II yang tidak jauh dari lokasi pertama. Di tempat ini Bahtiar memanjatkan doa dan melakukan tabur bunga.

Bahtiar turut menyampaikan bahwa kegiatan ini dilakukannya sebagai bentuk sikap sopan santun, hormat dan rasa terima kasih atas jasa-jasa para raja terdahulu yang telah mempertaruhkan nyawanya melawan para penjajah, hingga hingga dapat mempertahankan wilayah melayu yang bisa kita nikmati hingga sekarang.

“Sebagai pejabat sementara yang diberikan amanah memimpin daerah ini, sudah sepatutnya saya harus memiliki tata karma dan menghormati leluhur pemegang wilayah ini. Oleh karena itu hari ini kita (rombongan Bahtiar, red) ziarah ke makam leluhur sebuah wujud bentuk penghormatan,” ucap Bahtiar. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler