2020, Kereta Api Kelas Bisnis Ditiadakan

Minggu, 19 Oktober 2014 – 06:51 WIB

jpnn.com - JAKARTA  – PT Kereta Api Indonesia (KAI) berencana untuk menghapus kelas bisnis pada tahun 2020 nanti. Peniadaan kelas ini dilakukan sejalan dengan rencanan peremajaan sejumlah rangkaian lainnya.

Direktur Utama PT KAI Ignasius Johan menuturkan, penghapusan akan dilakukan secara bertahap.

BACA JUGA: Luncurkan KA Jayabaya, KAI FasilitasiKalangan Difabel

Tahapan tersebut akan disesuaikan dengan kedatangan rangkaian kereta yang direncakana dibeli KAI hingga tahun 2020. Rencananya sendiri, KAI akan membeli 160 rangakaian kereta baru hingga enam tahun ke depan.

Dia menjelaskan, dalam pengadaan KA tersebut akan diprioritaskan sebanyak 60 persen untuk kelas ekonomi. Sedangkan sisanya, akan digunakan untuk rangkaian kelas eksekutif.

BACA JUGA: Naik KA Jayabaya Ditemani Pramugari Cantik Bergaji Rp 7 Juta

“Nantinya, hanya ada kereta kelas ekonomi dan eksekutif saja. Kereta lama akan ditarik dan diganti dengan kereta baru,” ujar Direktur Utama PT KAI Ignasius Johan di Jakarta, kemarin (18/10).

Selain peremajaan, alasan lainnya adalah karena pelayanan kelas bisnis dirasa tanggung. Maksutnya, pelayanan dalam kelas bisnis hampir tak jauh beda dengan kelas ekonomi saat ini. sehingga dinilai akan lebih baik dihilangkan.

BACA JUGA: Medco Teken PJBG dengan PLN dan MEPPOGEN

Tahun ini sendiri, KAI telah membeli 5 rangkaian kereta ekonomi AC dari PT INKA (Persero), dengan harga sekitar Rp 35 miliar per rangkaian. Sebanyak 2 rangkaian telah dipakai untuk KA Ekonomi AC Jayabaya yang diluncurkan kemarin. Kereta tersebut akan melayani rute Jakarta melalui Pasar Senen) – Malang.

Dalam KA Jayabaru ini, semakin terlihat jelas maksut pelayanan tanggung antara KA Ekonomi dan Bisnis. Sebab, dalam rangkain kereta api ini fasilitas kelas bisnis seperti dipindahkan.

Bahkan, dalam rangkaian KA Jayabaru ini jarak antar tempat duduk diatur lebih luas ketimbang KA ekonomi biasa. Jika biasanya, tempat duduk KA ekonomi mencapai 106 seat maka di KA Jayabaya jumlah tempat duduk hanya mencapai 80 seat (gerbong biasa) dan 60 seat (gerbong difable).

“Mulai dari pendingin ruangan, stop kontak di masing-masing tempat duduk, toilet bersih ada. Selain itu disediakan pula gerbong untuk difable,” ungkapnya.

KA Jayabaya ini pun diklaim memiliki waktu tempuh yang lebih singkat dibandingkan KA Jakarta-Malang lainnya. Sebab, kereta ini akan dioperasikan melalui jalur lintas utara yang sudah menggunakan jalur ganda (double track). Jika biasanya diperlukan waktu hingga 18 jam lebih untuk tiba di Malang, dengan KA Jayabaya waktu tempuh dapat dipersingkat hingga 14 jam.

“Untuk harga tiket, selama dua hari ini (minggu dan senin) PT KAI memberikan diskon sebesar nya. Untuk harga tarif batas bawah Rp190.000 dan tarif batas atas Rp400.000,” tuturnya.

KA ini sendiri nantinya akan berhenti atau singgah pada 12 stasiun . Yakni Pasar Senen, Cirebon, Tegal, Pekalongan, Semarang Tawang, Ngrombo, Randublatung, Cepu, Bojonegoro, Surabaya Pasar Turi, Surabaya Gubeng dan Malang. (bad/mia)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bukukan Laba Rp 11.72 Triluin, BRI Sabet Juara Umum


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler