2024, Kinerja Antam Diprediksi Bakal Tumbuh 10 persen

Sabtu, 30 Desember 2023 – 16:58 WIB
Harga emas Antam. ilustrasi Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Kinerja keuangan PT Aneka Tambang (Antam) diprediksi bisa tumbuh hingga 10 persen pada 2024.

"Pertumbuhan kinerja 10% masih cukup realistis. Hilirisasi nikel akan berdampak positif untuk jangka panjang dan permintaan nikel diharapkan akan meningkat," ujar Analis DFCX Futures Lukman Leong.

BACA JUGA: Sidang Lanjutan Gugatan Terhadap Antam Bakal Digelar Awal Januari 2024

Terlebih, harga emas pada 2024 menurut Lukman sangat menjanjikan.

Menurutnya, ekspektasi pada the Fed untuk menurunkan suku bunga pada Maret semakin meningkat setelah serangkaian data ekonomi AS yang lebih lemah.

BACA JUGA: Pupuk Kaltim Operasikan Port Charging Kendaraan Listrik Terlengkap di Indonesia

Begitu pula dengan data ekonomi negara lainnya seperti EU dan Inggris.

"Harapan investor pada siklus pemangkasan suku bunga oleh bank sentral dunia sangat mendukung harga emas sepanjang 2024. Dengan naiknya harga emas, maka dari sisi pendapatan dari penjualan emas Antam tentunya meningkat juga," tegas Lukman.

BACA JUGA: Program Penyelamatan Pemegang Polis Jiwasraya Berakhir, IFG Life Terima Pengalihan Polis

Lukman menilai, secara keseluruhan kinerja Antam masih cukup positif pada 2024. Apalagi, emas bisa menjadi safe haven yang menarik bila ada kekhawatiran investor di tahun politik.

"Secara harga emas masih bullish dan alternatif safe haven yaitu dolar AS justru diperkirakan akan terus melemah. Investasi safe haven masih menarik," tutur Lukman.

Untuk diketahui,  Harga emas kembali mencetak rekor baru. Penguatan emas jelang penutupan tahun didorong dari penantian penurunan suku bunga The Federal Reverse (The Fed) Amerika Serikat (AS) pada tahun depan.

Pada perdagangan Rabu (27/12) harga emas di pasar spot ditutup menguat 0,51% di posisi US$ 2077,16 per troy ons.

Harga tersebut menjadi rekor baru dan menumbangkan catatan sebelumnya di harga US$ 2.070,9 pada 1 Desember lalu. Dengan demikian, harga emas sudah mencetak rekor dua kali bulan ini.

Sementara itu, menurut London Bullion Market Association (LBMA), patokan harga emas London mencapai titik tertinggi sepanjang masa sebesar US$2.069.40 per troy ounce pada lelang Rabu (27/12) sore waktu setempat, melampaui rekor sebelumnya sebesar US$2.067.15 yang dicapai pada Agustus 2020.

LBMA merupakan badan perdagangan emas batangan terkemuka yang memberikan sertifikasi kepada perusahaan penyulingan emas, sehingga memungkinkan mereka mengakses pasar emas batangan di London, yang merupakan pasar terbesar di dunia.

Harga emas LBMA adalah harga patokan global untuk emas yang dikirim di London.(chi/jpnn)


Redaktur & Reporter : Yessy Artada

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler