23 Masih Hilang Akibat Banjir Garut

Jumat, 23 September 2016 – 07:40 WIB
Rumah warga pascabanjir di Garut, Rabu (21/9). Foto: pojokjabar

jpnn.com - GARUT – Jumlah korban jiwa akibat banjir bandang di Kabupaten Garut, Jawa Barat, kembali bertambah. Kemarin, Kamis (22/9), tim SAR kembali menemukan empat jenazah, yang membuat jumlah total korban jiwa mencapai 26 orang.

Komandan Kodim 0611 Garut selaku Komandan Satgas Penanggulangan Bencana Banjir Bandang, Letkol Arm Setyo Hani Susanto mengatakan di hari ke dua kemarin pihaknya membagi ke dalam tiga tim pencarian. 

BACA JUGA: Si Jago Merah Mengamuk, Ratusan Ton BBM Ludes Terbakar

Tiga tim tersebut disebar ke tiga titik yakni Kampung Lapang Paris, Kampung Cimacan, dan penyusuran di Sungai Cimanuk mulai Tarogong Kidul hingga Wado.

“Pencarian dilakukan di titik-titik itu karena ditenggarai masih ada korban jiwa di sana sehingga dilakukan pencarian oleh tim. Sedangkan untuk penyusuran sungai, itu dilakukan karena pada hari sebelumnya ditemukan adanya korban meninggal di wilayah Wado Kabupaten Sumedang dengan anggapan ada korban yang hanyut, anggota Babinsa di wilayah pun saya perintahkan untuk melakukan penyusuran di sepanjang sungai Cimanuk,” ujarnya, Kamis (22/9).

BACA JUGA: Mas Dhani Tolong Sahkan Mulan Jameela Dulu Sebelum Nyalon ya…

Di hari kedua tanggap darurat kemarin, Setyo mengatakan, tim SAR gabungan menemukan empat orang warga dalam kondisi tidak bernyawa di sejumlah titik.

Korban yang terakhir ditemukan di perkampungan Lapang Paris berjenis kelamin perempuan dengan usia sekitar 20 tahun.

BACA JUGA: Lewat Cara ini, Pemerintah Tekan Mahalnya Biaya Logistik di Papua

“Korban terakhir ditemukan dibawah reruntuhan puing-puing rumah yang ambruk diterjang banjir bandang oleh tim SAR gabungan saat dilakukan penyisiran menggunakan alat berat. Korban terakhir yang ditemukan tersebut menggenapkan jumlah korban meninggal dengan jumlah keseluruhan mencapai 26 orang,” katanya.

Adapun untuk korban yang hilang, yang sebelumnya dilaporkan berjumlah 15 orang, kemarin bertambah delapan orang sehingga jumlah keseluruhan mencapai 23 orang.

Setyo mengimbau kepada warga yang merasa kehilangan untuk melapor ke posko utama di Makodim 0611 Garut agar tidak terjadi kesimpangsiuran data.

“Untuk korban yang terdampak dan rumah rusak saat ini kita belum bisa mengeluarkan data karena anggota di lapangan masih melakukan pendataan. Dalam waktu dekat ini kita akan mengeluarkan data resmi kepada media,” ucapnya.

Komandan Detasemen Kesehatan Wilayah RS Guntur Garut, Letkol Ckm dr Hartono SpS mengatakan dari 26 jenazah yang masuk 25 diantaranya sudah diambil oleh pihak keluarga.

Satu jenazah lainnya hingga kemarin belum diambil oleh keluarga karena belum teridentifikasi.

“Semua jenazah yang masuk ke RS Guntur langsung dimandikan dan dilakukan identifikasi oleh tim inafis Polres Garut dan Polda Jabar dan dikeluarkan surat keterangan meninggal. Dari sejumlah jenazah yang masuk memang ada yang mengalami luka di bagian badannya dimana kemungkinan akibat dari adanya benturan saat terbawa arus sungai cimanuk,” ungkapnya. (igo/dil/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ealaah, Rumah Dinas Dikuasai Pensiunan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler