281 Orang Tenaga Kesehatan di Palembang Batal Disuntik Vaksin Covid-19

Sabtu, 23 Januari 2021 – 02:50 WIB
Petugas menunjukkan botol vaksin kosong usai menerima vaksin Covid-19 di klinik Mapolda Sumsel Palembang, Sumsel, Rabu (20/1/2021) (ANTARA/Nova Wahyudi/21)

jpnn.com, PALEMBANG - Sebanyak 281 orang tenaga kesehatan dan tenaga penunjang yang ada di Kota Palembang batal menjalani program vaksinasi Covid-19.

Menurut catatan Dinas Kesehatan Kota Palembang, mereka batal disuntik Vaksin Sinovac karena baru diketahui memiliki penyakit penyerta.

BACA JUGA: Perusahaan Besar Ini Vaksinasi COVID-19 secara Mandiri, Pesan 60 Ribu Dosis Sinovac

"Sebanyak 281 orang itu ketika di meja screening ternyata memiliki hipertensi, diabetes dan kondisi-kondisi medis yang tidak memungkinkan untuk diberikan vaksin," kata Plt Kepala Dinkes Palembang Fauziah saat seminar virtual yang diadakan AJI Palembang di Palembang, Jumat (22/1).

Dinkes Palembang juga mencatat sebanyak 190 orang terpaksa menunda penyuntikan vaksin karena kondisi kesehatan kurang mendukung, seperti tekanan darah tinggi, sedang hamil dan menyusui.

BACA JUGA: Innalillahi, Sudirman Tewas Seketika dengan Kondisi Mengenaskan

Menurut Fauziah, jumlah tersebut bisa bertambah mengingat sasaran vaksinasi SDM kesehatan di Palembang baru terealisasi sebanyak 1.530 orang, atau 11,28 persen dari total 13.567 orang yang jadi sasaran suntik vaksin sejak 14 Januari 2021.

Fauziah mengakui realisasi vaksinasi sejauh ini terbilang lambat karena masih banyak SDM kesehatan yang belum menerima sms blast, sehingga proses pendataan vaksin terkendala.

BACA JUGA: Kombes Jansen Sebut Ada yang Dicurigai Terkait Kematian Dwi Farica Lestari

Sebelumnya, Palembang menerima 29.600 dosis vaksin Sinovac tahap I yang harus habis digunakan hingga Februari 2021.

Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Palembang dr Mirza Susanty menyebut kendala tersebut sudah teratasi setelah pemerintah pusat mengizinkan data penerima vaksin boleh diambil dari sistem informasi SDM (SISDMK) kesehatan.

"Mulai hari ini sudah ada peningkatan, jika kemarin masih 600 orang dalam sehari maka hari ini sudah bisa 1.130 orang dalam sehari," kata Mirza.

Penggunaan data SISDMK juga membuat proses vaksinasi lebih efisien karena calon penerima hanya perlu membawa KTP untuk verifikasi data tanpa harus lebih dulu menerima sms blast.(antara/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler