Kombes Jansen Sebut Ada yang Dicurigai Terkait Kematian Dwi Farica Lestari

Jumat, 22 Januari 2021 – 10:40 WIB
Dwi Farica Lestari semasa hidup. Foto: Istimewa/Radar Bali

jpnn.com, DENPASAR - Jajaran Polresta Denpasar terus mendalami kematian seorang wanita bernama Dwi Farica Lestari (23) yang diduga menjadi korban pembunuhan di sebuah indekos di daerah Denpasar Selatan, Bali.

Kapolresta Denpasar Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan saat ditemui di Polsek Denpasar Selatan, Kamis (21/1) mengatakan mulai mengerucutkan informasi terkait terduga pelaku.

BACA JUGA: Sosok Dwi Farica Lestari Mulai Terungkap, Oh Ternyata

"Masih kami dalami kasusnya, banyak kemungkinan. Ada beberapa yang kami curigai coba dikerucutkan untuk bukti-bukti yang ada," kata Kombes Jansen.

Menurut Jansen, seluruh prosesnya masih didalami baik dari CCTV dan keterangan saksi-saksi.

BACA JUGA: Darwis Tertangkap, 9 Oknum Polisi Masih Buron

"Dari CCTV itu kami lakukan untuk mengecek dan memperjelas indikasi dugaan pelaku," ucapnya.
 
Soal indikasi terduga pelaku merupakan pengendara ojek online atau tidak, pihaknya masih mendalami informasi itu kepada operator.
 
Sejauh ini, kata Jansen, pihak operator ojek online kooperatif dalam proses penyelidikan.
 
Kombes Jansen juga membenarkan bahwa korban Dwi Farica Lestari bekerja sebagai penyedia jasa prostitusi online.

Menurut dia, korban telah berada di Bali sejak Kamis (14/1), dua hari sebelum korban ditemukan tewas bersimbah darah.
 
Jansen menduga kuat ada orang kelima yang berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP) sebagai terduga pelaku pembunuhan.
 
Dwi Farica Lestari ditemukan tewas bersimbah darah pada Sabtu (16/1) pukul 02.30 WITA, di sebuah kamar indekos Jalan Tukad Batanghari Gang X No 12 Panjer, Denpasar Selatan, Bali.
 
Saat kejadian, seorang penghuni indekos bernama Dianty (22) sempat makan bersama korban sekitar pukul 01.20 WITA.

BACA JUGA: Mohon Doanya dari Seluruh Masyarakat untuk Kesembuhan Habib Rizieq

Kemudian, setelah makan, korban korban masuk ke kamarnya.
 
Sekitar pukul 01.40 WITA, saksi Dianty terjaga dari tidur karena ada suara teriakan dan berisik berupa bunyi suara kaki.

Lalu, karena saksi merasa tidak enak selanjutnya saksi Dianty bertanya kepada korban melalui aplikasi whatsapp. Namun korban tidak merespons.
 
Selanjutnya, karena saksi Dianty merasa takut terjadi sesuatu, lalu menghubungi penjaga rumah indekos untuk menemaninya mengecek kondisi korban.
 
Ketika penjaga indekos mengecek kamar korban, ditemukan banyak darah di lantai dan ditemukan korban dalam kondisi tidak bernyawa lagi.(antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler