3 Alasan Said Iqbal tentang Perlunya Dibentuk TGPF Kematian Petugas KPPS

Senin, 13 Mei 2019 – 12:48 WIB
Said Iqbal (tengah). Foto: dok.Jawapos.com

jpnn.com, JAKARTA - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menyarakan agar Pemerintah dan DPR segera untuk membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) atas meninggalnya 554 petugas KPPS di Pemilu 2019.

Menurut Iqbal, hal ini merupakan tragedi kemanusiaan dan hak asasi manusia yang harus disuarakan dengan keras di negara yang menganut sistem demokrasi.

BACA JUGA: Terungkap Penyebab Meninggalnya Petugas KPPS di 4 Provinsi

Pria yang juga menjabat pengurus pusat organisasi buruh PBB International Labour Organization (ILO) mengungkapkan, setidaknya ada 3 hal yang mendasari pentingnya dibentuk TGPF.

Pertama, jumlah korban yang besar yakni 554 orang patut disebut sebagai tragedi kemanusiaan.

BACA JUGA: Berita Duka, Satu Lagi Penyelenggara Pemilu Meninggal Dunia

BACA JUGA: Terungkap Penyebab Meninggalnya Petugas KPPS di 4 Provinsi

Kedua, mereka yang meninggal meluas dan terjadi di berbagai wilayah di Republik Indonesia. Sehingga perlu dilakukan penyelidikan yang independen untuk mengetahui apa yang sesungguhnya terjadi.

BACA JUGA: DPR Diminta Gunakan Hak Angket Selidiki Penyebab Petugas Pemilu Meninggal

Ketiga, jangan hanya sekedar menyederhanakan masalah dengan mengatakan mereka meninggal dunia karena faktor kelelahan. Oleh karena itu, menurut Iqbal perlu adanya visum et repertum dan autopsi dari lembaga yang berkompeten.

Said Iqbal mendesak agar TGPF dibentuk dalam waktu seminggu supaya hasil autopsi dan visum et repertum tidak terlalu lama didapat sehingga akan lebih mudah menganalisa faktor kematian para KPPS.

BACA JUGA: Komentar Iwan Fals soal Penangkapan Pria Pengancam Penggal Kepala Jokowi

“Anggota TGPF bisa terdiri dari unsur Ikatan Dokter Indonesia (IDI), unsur Komnas HAM, unsur Bawaslu, unsur akademisi, unsur masyarakat sipil atau serikat buruh,” jelasnya. (lyn/tau)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Fahri Hamzah: Jangan Meremehkan Hilangnya Nyawa


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler