3 Bahaya Memiliki Perut Buncit

Selasa, 15 Juni 2021 – 10:46 WIB
Ilustrasi perut buncit. Foto Freepik/petzshadow

jpnn.com, JAKARTA - BANYAK pria kini memiliki perut buncit, terutama setelah menikah.

Perut buncit pada pria ini biasanya disebabkan oleh berbagai hal, seperti gaya hidup yang tidak sehat.

BACA JUGA: 3 Makanan Ini Bikin Perut Buncit Lho

Tentu saja hal ini tidak akan menimbulkan gejala langsung yang serius, tetapi akan bertambah parah seiring dengan berjalannya usia individu.

Sedangkan pada individu yang mengalami obesitas sentral alias perut buncit, dampak dari penimbunan lemak akan lebih cepat dialami.

BACA JUGA: 5 Cara Mudah Menghilangkan Perut Buncit

Berikut beberapa hal yang menyebabkan perut buncit lebih berbahaya, seperti dilansir laman Genpi.co.

1. Risiko kematian yang lebih tinggi

BACA JUGA: 6 Kebiasaaan Ini Penyebab Perut Buncit

Individu dengan lemak yang menumpuk di sekitar perut memiliki risiko kematian yang lebih tinggi dibandingkan individu dengan obesitas biasa.

Hal ini didukung dengan penelitian baru-baru ini yang menunjukkan individu dengan obesitas tetapi tidak memiliki obesitas sentral akan memiliki risiko kematian yang lebih rendah.

2. Tidak hanya berisiko terhadap penyakit kardiovaskuler

Penimbunan lemak di sekitar abdomen juga meningkatkan risiko disfungsi ereksi dan kanker.

Hal ini disebabkan penimbunan lemak di dekat organ vital tubuh di sekitar perut bisa memicu kerusakan akibat inflamasi pada bagian dalam.

Akibatnya individu menjadi lebih berisiko terhadap penyakit kronis.

3. Lebih berisiko menyebabkan penimbunan lemak di dalam pembuluh darah

Penelitian oleh Fan menunjukkan individu lansia dengan obesitas sentral berisiko mengalami arterosklerosis.

Sedangkan individu dengan kategori obesitas berdasarkan IMT tidak meningkatkan risiko arterosklerosis.

Obesitas sentral dan obesitas umum merupakan kondisi akibat penimbunan lemak.

Namun penimbunan lemak di perut atau obesitas sentral lebih berisiko untuk mengalami gangguan bahkan kematian lebih cepat dibandingkan dengan obesitas pada umumnya.(genpi/jpnn)


Redaktur & Reporter : Fany

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler