3 Hal Ini Bikin Berat Badan Sulit Naik Meski Anda Doyan Makan

Jumat, 14 April 2023 – 07:09 WIB
Berat badan. Ilustrasi. Foto: Shutterstock

jpnn.com, JAKARTA - MEMILIKI berat badan yang ideal tentu saja merupakan impian setiap wanita, bahkan wanita.

Namun, tidak semua orang dengan mudah bisa menaikkan berat badan mereka.

BACA JUGA: Puasa Ramadan Bisa Turunkan Berat Badan, Begini Caranya, Mudah Banget

Ada kondisi medis tertentu yang membuat berat badan tidak juga bertambah walau sudah banyak makan.

Orang yang banyak makan tetapi tetap kurus mungkin memiliki pola makan, kebiasaan, atau kondisi medis tertentu yang memengaruhi berat badannya.

BACA JUGA: 3 Makanan yang Bisa Merusak Kesehatan Kulit Wajah

Di bawah ini beberapa faktor yang bisa menjadi penyebabnya. Berikut ini penjelasannya, seperti dilansir laman Genpi.co.

1. Porsi dan waktu makan tidak teratur

Porsi makan yang kurang dan kebiasaan makan tidak teratur juga berpengaruh pada berat badan.

BACA JUGA: 8 Makanan Rendah Kalori yang Wajib Anda Ketahui, Bikin Berat Badan Aman Terkendali

Bahkan, ini merupakan salah satu alasan utama mengapa banyak orang sudah makan cukup banyak, tetapi badannya tetap kurus.

Usahakan untuk makan dengan porsi gizi yang seimbang pada jam yang teratur.

Bila kamu tidak terbiasa makan besar tiga kali sehari, coba ubah waktu makan kamu menjadi 4 – 5 kali sehari dengan porsi yang lebih kecil.

2. Olahraga berlebihan

Olahraga membakar kalori yang Anda dapatkan dari makanan. Pada taraf wajar, olahraga akan menyeimbangkan kalori yang masuk.

Akan tetapi, rutinitas olahraga yang berlebihan justru bisa menghabiskan cadangan kalori dalam tubuh.

3. Malnutrisi

Beberapa orang yang banyak makan tapi tetap kurus mungkin mengalami malnutrisi.

Ini merupakan kondisi ketika seseorang mengalami kekurangan suatu zat gizi.

Jenis zat gizi yang kurang mungkin berupa karbohidrat, protein, lemak, vitamin, atau mineral.

Seseorang bisa mengalami kurang gizi akibat pola makan yang tidak sehat, gangguan pencernaan, atau sebagai efek dari suatu operasi.(genpi/jpnn)


Redaktur & Reporter : Fany

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler