3 Jurus Sakti Disbudpar Malinau Genjot Pariwisata

Minggu, 11 Juni 2017 – 01:04 WIB
DESTINASI WISATA : Kabupaten Malinau memiliki banyak keragaman adat, budaya dan alam yang masih alami dan itu menjadi detinasi wisata.. AGUSSALAM SANIP/RADAR TARAKAN/JPNN

jpnn.com, MALINAU - Sebagai bagian dari provinsi paling muda di Indonesia, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara (Kaltara) harus bekerja ekstrakeras menjual potensi pariwisatanya.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Malinau pun menyadari tantangan tersebut.

BACA JUGA: Sulut Maksimalkan Promosi untuk Gaet Wisatawan

Karena itu, Disbudpar Malinau sudah menyiapkan tiga jurus jitu untuk memancing wisatawan.

Kepala Disbudpar Kabupaten Malinau Ajang Kahang mengatakan, jurus pertama adalah mewujudkan masyarakat yang sadar wisata. 

BACA JUGA: Genjot Promosi Pariwisata, Berau Terapkan GIS

Untuk mewujudkan itu, pihaknya bakal terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

“Sebagaimana yang telah disampaikan bupati bahwa sebagai PNS salah satu tugasnya adalah menyosialisasikan dan membina masyarakat. Ini strategi yang akan kami lakukan,” kata Ajang beberapa waktu lalu.

BACA JUGA: Kunjungan Wisman Melonjak, Hotel di Lombok Panen Banyak

Jurus kedua adalah mewujudkan kondisi lingkungan di setiap RT dan desa untuk menjadi tempat atau lokasi yang siap menerima kunjungan-kunjungan tamu dan wisatawan.

“Strategi ini kami lakukan dengan mewujudkan Sapta Pesona. Yaitu, mewujudkan situasi yang aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan kenangan,” imbuh Ajang.

Sedangkan jurus terakhir adalah mewujudkan masyarakat di lingkungan RT dan desa untuk memiliki kesadaran terhadap pelestarian adat istiadat serta kebudayaan lokal.

Sebab, hal itu juga menjadi bagian penting dari potensi yang ada di masyarakat dan desa.

“Khususnya di RT, tentang bagaimana mencintai adat istiadat dan budaya lokal itu sendiri,” kata Ajang.

Terkait destinasi wisata, Malinau memiliki beberapa spot yang bisa membuat mata travelista terkagum-kagum.

Salah satunya adalah air terjun Semolon yang merupakan sumber air panas terbesar dan terunik.

Sebab, aliran sungainya berbentuk layaknya sebuah tangga yang bertingkat-tingkat.

Hingga kini, air terjun tersebut sudah menjadi lokasi yang wajib didatangi travelista yang mengunjungi Malinau.

Di kawasan itu terdapat cottage bagi wisatawan untuk bermalam.

Travelista yang menginap akan disuguhi udara segar, pemandangan alam yang asri, dan tarian khas Dayak.

Selain itu, Malinau juga memiliki Desa Wisata Setulang. Sejak diresmikan, Desa Setulang sudah ramai diserbu travelista.

Di sisi lain, Bupati Yansen Tipa Padan mengatakan, wujud Malinau pada masa mendatang adalah destinasi wisata daerah.

Menurut Yansen, RT-RT di Malinau memiliki potensi yang besar untuk pengembangan pariwisata.

Karena itu, dia meminta Disbudpar bekerja keras mewujudkan RT yang bersih agar wisatawan makin nyaman.

“Salah satu potensi utama dari wisata itu adalah bersih. Bersih dalam artian lingkungan RT itu bersih,” tegas Yansen. (agussalam sanip)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Gambar Derawan di Rupiah Terbaru Bikin Berau Kebanjiran Wisatawan


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler