3 Perusahaan Setop Beroperasi, Setkab: Yang Buka Lebih Banyak

Jumat, 05 Februari 2016 – 01:05 WIB
Pramono Anung. Foto: dok/JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA - Mengawali 2016, tak sedikit pabrik-pabrik di Indonesia yang memutuskan untuk gulung tikar akibat tidak mampu bersaing di tengah perekonomian global. Setelah PT Ford Motor Indonesia (FMI) secara resmi menghentikan operasinya di Indonesia.

Kini dua perusahaan Jepang, yakni Toshiba dan Panasonic juga menutup tiga pabriknya di Indonesia. Keputusan tersebut tentu mengancam nasib ribuan pegawai terkena PHK.

BACA JUGA: PERHATIKAN! Kelurahan Dilarang Terbitkan KTP Model Lama

Kabarnya, puluhan ribu buruh bakal bersatu untuk berdemo guna meminta kejelasan nasib mereka kepada pemerintah. Menanggapi kabar tersebut, Sekretaris Kabinet Pramono Anung menilai kalaupun ada demo buruh, aksi tersebut tidak terkait dengan tutupnya pabrik-pabrik di Indonesia.

"Kami tentunya selalu dapat update terhadap masalah itu (aksi demo buruh). Jadi demo itu tidak ada hubungannya dengan hal tersebut (tutupnya pabrik-pabrik di Indonesia)," ujar Pramono di Komplek Istana, Jakarta, Kamis (4/2).

BACA JUGA: Didesak Honorer K2, Ini Pernyataan Terbaru Menteri Yuddy

Mantan anggota DPR ini yakin, masih banyak lapangan pekerjaan baru di Indonesia. Pasalnya dari data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), menyebutkan ada kenaikan jumlah pabrik baru yang dibuka di Indonesia. Hal tersebut tentunya bisa membantu para karyawan yang kehilangan pekerjaan.

Pemerintah sambung Pramono, meyakini dengan deregulasi yang dilakukan pemerintah, sudah on the right track untuk bersaing di era global saat ini.

BACA JUGA: Menteri Yuddy Takut Dipenjara

"Bahwa ada pabrik tutup karena kompetisi, tapi pabrik juga buka lebih banyak karena di Indonesia sekarang ini sangat menarik bagi iklim investasi. Bahkan BKPM telah mirilis kita ini kenaikannya betul-betul luar biasa. Sehingga (tutupnya beberapa pabrik) tidak menjadi hal yang perlu kami khawatirkan," tandas Pramono. (chi/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Fahira: DPD Harus Dikuatkan, Bukan Dibubarkan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler