3 Selongsong Peluru Ditemukan di Lokasi Perampokan Toko Emas Medan

Jumat, 27 Agustus 2021 – 01:52 WIB
Petugas kepolisian melakukan proses olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi perampokan toko emas, di Pasar Tradisional Simpang Limun, diJalan Sisingamangaraja, Medan, Sumut pada Kamis (26/8/2021). Foto: ANTARA/Nur Aprilliana Br Sitorus

jpnn.com, MEDAN - Polda Sumut masih terus mendalami kasus perampokan toko emas di Pasar Tradisional Simpang Limun, Jalan Sisingamangaraja, Medan, Sumatera Utara pada Kamis (26/8).

Sejauh ini, polisi menemukan tiga selongsong peluru di lokasi perampokan toko emas.

"Ada tiga selongsong yang kami amankan," kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja di lokasi kejadian.

Ia menyebut saat ini peluru tersebut sedang diteliti oleh tim dari Laboratorium Forensik Polrestabes Medan.

"Kami masih menunggu hasil dari laboratorium forensik," ujarnya.

Ia mengatakan bahwa petugas gabungan dari Polda Sumut dan Polrestabes Medan hingga saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku perampokan yang diduga dilakukan lebih dari dua orang.

"Petugas kami sedang memeriksa saksi-saksi," katanya.

Sebelumnya, sebuah toko emas yang berada di Pasar Tradisional Simpang Limun, Jalan Sisingamangaraja, Medan, Sumut disatroni kawanan bersenjata api pada Kamis.

Berdasarkan keterangan saksi mata warga setempat mengatakan bahwa perampokan tersebut dilakukan oleh empat orang pria yang membawa senjata api laras panjang dan pendek.

BACA JUGA: Mengaku Polisi, Heri Budiono Tipu Mantan Pramugari, Lihat Gayanya

BACA JUGA: Suami di Malaysia, Istri Malah Ngamar Bareng Mantan di Hotel

Dalam peristiwa ini, satu orang mengalami luka tembak pada bagian leher dan sedang mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.(antara/jpnn)

BACA JUGA: Kapolsek Ipda JSB Dicopot dari Jabatannya, Perintah Kapolda Tegas

BACA JUGA: BAK Hamili Selingkuhan, Sang Istri Malah Rela Dipoligami


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler