3 Temuan Baru Kasus 4 Mayat di Kalideres, 2 Dugaan Penyebab Kematian Terpatahkan

Jumat, 25 November 2022 – 07:49 WIB
Puslabfor Mabes Polri memeriksa rumah tempat penemuan 4 mayat dalam satu keluarga di Perumahan Citra 1 Kalideres, Jakarta Barat, Minggu (13/11/2022). Foto: ANTARA/Walda

jpnn.com - JAKARTA – 3 Temuan Baru Kasus 4 Mayat di Kalideres, 2 Dugaan Penyebab Kematian Terpatahkan.

Penemuan empat mayat dalam satu keluarga di rumah yang beralamat di Blok AC5 Nomor 7, Perumahan Citra 1 Kalideres, Jakarta Barat, terjadi pada Kamis (10/11) malam.

BACA JUGA: 5 Fakta Terbaru 4 Mayat di Citra 1 Kalideres, Ada Titik Terang, Poin Terakhir Bikin Dahi Mengernyit

Identitas empat korban, yakni suami istri pemilik rumah Rudiyanto (71) dan Reni Margareta (68), Dian (anak, usia 42), serta Budiyanto (ipar Rudyanto, usia 69).

Sudah dua pekan sejak penemuan mayat, hingga hari ini belum terungkap penyebab kematian empat orang dalam satu keluarga di Perumahan Citra 1 Kalideres itu.

BACA JUGA: Kematian Satu Keluarga di Kalideres, Para Korban Berpendidikan, Ada Temuan Lain

Berikut ini sejumlah temuan terbaru dari proses penyidikan yang dilakukan Polda Metro Jaya:

1. Satu Keluarga Jarang Berkomunikasi dengan Pihak Luar

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi mengungkapkan hasil pemeriksaan forensik digital menemukan satu keluarga yang meninggal di Kalideres itu sangat jarang berkomunikasi dengan pihak luar.

BACA JUGA: 5 Fakta Terbaru Upaya Mencari Penyebab Kematian 1 Keluarga di Kalideres, Ada Teriakan Allahu Akbar

"Hasil digital forensik ditemukan petunjuk sangat jarang berkomunikasi dengan pihak luar," kata Kombes Hengki di Jakarta, Kamis (24/11).

2. Percakapan Satu Arah Emosional

Kombes Hengki mengatakan di rumah yang dihuni oleh empat orang tersebut hanya terdapat dua unit ponsel.

Dikatakan, di dua ponsel itu ditemukan percakapan satu arah dari satu ponsel ke ponsel lainnya.

Percakapan satu arah tersebut menggunakan bahasa Inggris yang sifatnya emosional.

"Sebagaimana yang kami sampaikan kemarin, ini kata-katanya sangat terlihat bahwa ini berpendidikan dari Bahasa Inggris sifatnya emosi," ujar Kombes Hengki.

Hengki mengungkapkan konten percakapan tersebut saat ini tengah diteliti oleh tim psikologi forensik.

Tim tersebut akan mencoba memahami kondisi psikologis anggota keluarga tersebut sebelum meninggal demi mengungkap motif dan penyebab kematian satu keluarga tersebut.

3. Apa Penyebab Kematian 4 Orang di Kalideres?

Proses autopsi untuk menentukan penyebab kematian satu keluarga di Kalideres akan membutuhkan waktu yang cukup lama.

Kombes Henki menjelaskan, ada beberapa temuan hasil autopsi yang terakhir yang harus diteliti di laboratorium.

“Itu membutuhkan waktu yang cukup lama, ya berapa minggu kita menanti," kata Kombes Hengki Haryadi.

Hengki mengungkapkan penyidik akan mengutamakan prinsip kehati-hatian dalam investigasi kasus tersebut agar tidak ada fakta dan petunjuk yang terlewatkan.

"Yakinlah bahwa kita (penyidik) tetap bekerja dan kita harus benar berhati-hati dalam melaksanakan ataupun mengungkap sebab maupun motif dari pada peristiwa ini," kata Kombes Hengki.

Hengki menjelaskan, ada sejumlah investigasi yang berjalan paralel dalam menentukan penyebab kematian satu keluarga tersebut, antara lain proses autopsi, forensik digital, dan psikologi forensik.

Hasil investigasi tersebut akan saling melengkapi untuk kemudian ditarik menjadi satu kesimpulan yang mengungkap motif dan penyebab kematian.

"Mungkin bisa mengungkap atau pun justru mematahkan praduga yang selama ini kita (penyidik) tidak tahu," ujarnya.

Penyebab Kematian Bukan Kelaparan & Perampokan

Penemuan 4 mayat dalam satu keluarga itu berawal ketika ketua RT setempat mencium bau busuk dari dalam rumah korban pada Kamis (11/10) sekitar pukul 18.00 WIB.

Ketua RT langsung melapor ke Polsek Kalideres terkait temuan bau busuk itu. Bersama polisi, ketua RT akhirnya mendobrak masuk ke dalam rumah tersebut.

Ketika pintu utama dibuka, petugas mendapati empat mayat di tiga ruangan berbeda, yakni ruang tamu, kamar tengah dan ruang belakang.

Polisi langsung melakukan pemeriksaan di sekitar lokasi. Setelah itu, keempat korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati (Jakarta Timur) untuk proses autopsi.

Polda Metro Jaya menegaskan, analisis awal penyidik terkait satu keluarga yang ditemukan tewas di Kalideres, bukan disebabkan oleh kelaparan.

Penyidik Polda Metro Jaya juga mematahkan dugaan yang menyebut kematian satu keluarga itu adalah akibat aksi perampokan.

Dugaan perampokan bisa dipatahkan setelah tim penyidik menemukan adanya bukti digital komunikasi dari salah satu penghuni rumah untuk menjual sejumlah barang dari rumah tersebut.

Pihak kepolisian juga telah melacak dan memintai keterangan kepada pihak pembeli barang tersebut.

Atas dasar keterangan dan temuan penyidik, dugaan perampokan bisa dipatahkan. (antara/sam/jpnn)


Redaktur & Reporter : Soetomo Samsu

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler