30 Tentara Dikirim untuk Bebaskan WN China, Perangkap Menanti, Banjir Darah!

Senin, 04 Juli 2022 – 01:09 WIB
Ilustrasi tentara Angkatan Bersenjata Nigeria. Foto: Audu Ali MARTE / AFP

jpnn.com, MAIDUGURI - Sedikitnya 30 tentara Nigeria tewas diserbu setelah kelompok bersenjata menyerang sebuah tambang di daerah Shiroro di Negara Bagian Niger, Nigeria, awal pekan ini, kata tiga sumber, Sabtu (2/7).

Tentara-tentara itu merupakan bagian dari pasukan keamanan yang dikerahkan untuk mencari para pekerja tambang, termasuk empat warga negara China, yang disebut diculik selama serangan pada Rabu (29/6).

BACA JUGA: Ratusan Warga Tewas Akibat Banjir, Ribuan Tentara Langsung Bergerak

Emmanuel Umar, komisioner keamanan negara bagian di Niger barat laut, sebelumnya mengatakan bahwa sejumlah orang terbunuh selama serangan di tambang tersebut di Desa Ajata Aboki.

Ketika pasukan keamanan bergerak menangani serangan tersebut, mereka disergap oleh kelompok bersenjata yang melancarkan tembakan ke arah pasukan.

BACA JUGA: Inggris Gembleng 450 Tentara Ukraina, Rusia Bakal Kewalahan

Penyerbuan itu menewaskan 30 tentara --yang berada di tiga truk, kata dua sumber angkatan bersenjata di Shiroro dan Minna, itu kota Negara Bagian Niger, Sabtu.

"Memilukan, kehilangan rekan-rekan kami yang pergi menjalankan tugas. Kejadian ini membuat kami lemas tapi kami tidak boleh mengalah," kata seorang tentara dari sebuah pangkalan angkatan darat di Shiroro.

BACA JUGA: Teroris Sergap Konvoi Militer, 15 Tentara Tewas, 6 Masih Hilang

Militer Nigeria, yang jarang berkomentar soal kekalahan pada pertempuran, mengakui bahwa "sejumlah personel harus membayar sangat mahal dalam pertempuran sengit yang terjadi".

Menurut seorang tokoh masyarakat setempat di Shiroro kepada Reuters melalui telepon, para pria bersenjata itu tiba dengan mengendarai motor dan truk. Mereka kemudian melancarkan tembakan hingga menewaskan tujuh polisi yang sedang berjaga.

Kelompok bersenjata menculik pekerja-pekerja China dan menembak hingga tewas delapan warga sipil, kata tokoh itu. Belum ada kejelasan soal apakah para warga sipil nahas tersebut merupakan pekerja di tambang itu.

Presiden Nigeria Muhammadu Buhari menyebut kelompok bersenjata itu sebagai orang-orang "sadis" yang akan diburu dan dihukum.

"Keadilan akan ditegakkan di Shiroro," tulisnya di Twitter pada Sabtu.

Belum ada kejelasan soal siapa yang melancarkan serbuan itu di Niger.

Di negara bagian itu, kelompok pria bersenjata diketahui kerap melancarkan serangan ke desa-desa.

Para pejabat di daerah tersebut mengatakan tahun lalu bahwa terduga kelompok militan Boko Haram sudah menginjakkan kaki di Shiroro.


Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler