3.434 Imigran Gelap Banjiri Indonesia

Rabu, 29 September 2010 – 18:41 WIB
JAKARTA- Kedatangan imigran gelap atau orang asing ilegal di Indonesia semakin meningkatMenurut Kabag Humas, Litigasi dan TU di Ditjen Imigrasi, MJ Baringbing,  selama tahun 2010 ini jumlah imigran yang mengaku mencari suaka ke Indonesia mencapai 3.434 orang (data per Agustus 2010).

"Mereka mengaku sebagai pencari suaka dan pengungsi

BACA JUGA: Korban Bentrok Tarakan jadi Lima Orang

Ada yang sudah dikembalikan ke negaranya atas kemauan sendiri," ujarnya saat jumpa pers di Jakarta, Rabu (29/9) sore.

Upaya pengembalian ini difasilitasi oleh Ditjen Imigrasi bersama UNHCR dan lembaga internasional lain yang menangani pengungsi
Hal ini karena imigran tersebut tidak punya fasilitas seperti paspor, uang dan atau tiket perjalanan

BACA JUGA: SBY Dinilai Kesulitan Cari Calon Kapolri

Sampai dengan 31 Juli 2010, jumlah imigran yang sudah dikembalikan mencapai 130 orang.

Baringbing juga mengungkapkan, dari total 3.434 imigran ilegal tersebut, jumlah yang berstatus pengungsi hanya 843 orang
Sementara sisanya, yaitu 2.591 orang  yang mengaku pencari suaka, sebagian permohonannya sedang diproses oleh UNHCR.

"Ada yang lagi proses tetapi banyak juga yang ditolak," jelasnya

BACA JUGA: Penyidik KPK Turun Lagi ke Tomohon

Ditjen Imigrasi berkesimpulan, imigran gelap tersebut sebagian besar adalah orang yang bermasalahNamun, pihak Imigrasi tidak dapat membiarkan mereka bebas berkeliaran.

Karena itu, mereka dimasukkan/ditahan di dalam Rumah Detensi sebagai perlakuan atau tindakan keimigrasianDi seluruh Indonesia, terdapat 13 rumah detensi yang sudah adaJika nanti imigran tersebut ingin kembali ke negaranya, tetapi tidak punya dokumen, Imigrasi tetap akan memfasilitasinya bekerjasama dengan UNHCR.

"Ini misalnya kalau mereka adalah korban penipuan yang ingin mencari kerja ke Australia," terangnya.

Jika melihat data, imigran terbanyak berasal dari Afganistan dan disusul  Srilanka, Irak serta Myanmar.(fuz/rnl/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Hari Sabarno Belum Dicekal


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler