4 Fakta Chanathip Songkrasin yang Jarang Anda Ketahui, Namanya Harum di Negeri Sakura

Kamis, 30 Desember 2021 – 10:45 WIB
Kapten timnas Thailand, Chanathip Songkrasin. Foto: Instagram/changsuek

jpnn.com, SINGAPURA - Timnas Indonesia harus mengakui keunggulan Thailand pada leg pertama final Piala AFF 2020 di National Stadium, Singapura, Rabu (29/12).

Garuda takluk empat gol tanpa balas dari tim Gajah Perang.

BACA JUGA: Profil Teerasil Dangda, Alumni La Liga Calon Top Skor Piala AFF 2020

Gol kemenangan Thailand dilesakkan oleh Chanathip Songkrasin menit 2' dan 52, Supachok Sarachat (67'), dan Bordin Phala (83').

Apabila boleh menyebut nama penggawa Thailand yang tampil cukup merepotkan di laga tadi, mungkin ada dua sosok yang terlintas, yakni Chanathip Songkrasin dan Supachok Sarachat.

BACA JUGA: Profil Ikhsan Fandi, Bomber Singapura yang Punya Kedekatan dengan Indonesia

Nama terakhir, bahkan dinobatkan sebagai pemain terbaik pada laga timnas Indonesia vs Thailand.

Namun, peran Chanathip juga tak bisa dikesampingkan. Pemain 28 tahun ini merupakan sosok pembuka jalan bagi Thailand untuk menghajar Indonesia.

BACA JUGA: Indonesia vs Thailand: Brace Chanathip Songkrasin Buat Garuda Tertinggal 0-2

Dua gol yang dibukukan Chanathip pada awal babak pertama dan kedua mengacaukan strategi skuad Garuda asuhan Shin Tae Yong.

Bintang Hokkaido Consadole Sapporo itu menjadi salah satu tokoh protagonis kemenangan Thailand atas Indonesia.

Sepak terjang pemain kelahiran Nakhon Pathom, 5 Oktober 1993 tersebut cukup disegani. Berikut empat fakta menarik soal Chanathip Songkrasin yang jarang orang ketahui.

1. Masuk 11 Pemain Terbaik J1-League 2018

Kehebatan Chanathip bukan hanya diakui di Thailand atau kawasan Asean. Nama pemain 28 tahun ini cukup harum di Jepang.

Berkat penampilan apiknya bersama Hokkaido Consadole Sapporo, Chanathip bergabung dengan 11 pemain terbaik J1-League 2018.

Dia menjadi satu-satunya orang Asia Tenggara yang pernah masuk catatan ini.

2. Dua Kali Jadi Pemain Terbaik di Asia Tenggara

Chanathip juga dua kali menyabet gelar pemain terbaik di Asia Tenggara. Catatan itu dia dapatkan pada musim 2015 dan 2017 saat membela dua klub berbeda.

Pada 2015, Chanathip masih berseragam Bec Tero Sasana. Di tahun itu pula dia mengantar klubnya merebut gelar Thai League Cup.

Adapun pada 2017, pemain dengan tinggi badan 158 cm itu sudah berkostum Muangthong United. Chanathip mengantar klub raksasa Thailand itu merebut double winner dengan menjuarai Thai League dan Thai League Cup.

3. Sudah Empat Musim Berkarier di Jepang

Karier Chanathip di Negeri Sakura bisa dikatakan cukup awet. Dia sudah berseragam Hokkaido Consadole Sapporo sejak 2017 lalu.

Awalnya Chanathip dipinjam selama dua musim, tetapi berkat penampilan apiknya, dia disodori kontrak permanen oleh Hokkaido Consadole Sapporo.

Kini, Chanthip sudah terlibat dalam 115 penampilan dengan klub Jepang tersebut dan menyumbangkan 14 gol.

4. Langganan Timnas Sejak Usia Muda

Kehebatan Chanathip sudah terasa ketika dia masih belia. Tidak heran, dia selalu menjadi andalan timnas Thailand di berbagai kelompok umur.

Chanathip memiliki 29 caps bersama Thailand U-19 dengan sumbangsih 8 gol. Dia juga memiliki 30 caps dengan Thailand U-23 dan mengemas 11 gol.(mcr15/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur & Reporter : Dhiya Muhammad El-Labib

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler