4 Faktor Penyebab Tawuran, Nomor 3 Harus Jadi Perhatian Seluruh Orang Tua di Indonesia

Jumat, 04 Februari 2022 – 12:36 WIB
Ilustrasi korban tawuran/pengeroyokan. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Belakangan ini kembali marak tawuran antarpelajar khususnya di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Selain menimbulkan korban luka-luka bahkan kematian siswa, tawuran juga meresahkan warga.

BACA JUGA: Kombes Hengki Geram, Minta Hakim Beri Vonis Berat untuk Pelaku Tawuran Ini

Menurut Psikolog Anak, Remaja dan Keluarga Novita Tandry tawuran disebabkan oleh banyak faktor dan tidak disebabkan oleh faktor tunggal saja.

"Faktor-faktor tersebut diperparah dengan situasi pandemi yang membatasi aktivitas remaja di luar rumah," ujarnya kepada JPNN.com.

BACA JUGA: Tawuran Maut di Bekasi, Ada 6 Barang Bukti, 1 Bentuknya Aneh

Berikut empat faktor utama penyebab terjadinya tawuran menurut Novita Tandry:

1. Lemahnya Kontrol Diri

BACA JUGA: Ini Motif Pelaku Tawuran yang Menewaskan Pelajar di Bekasi, Ya Ampun

Kontrol diri adalah suatu kecerdasan untuk mengetahui kapan harus bertindak dan mengambil keputusan.

"Jika ini tidak diajarkan sejak dini, anak-anak yang menginjak usia remaja akan cenderung mengambil keputusan yang dianggap memengaruhi pertemanan dia," ujar Novita.

2. Tidak Mampu Menyesuaikan Diri

Berbicara tentang manusia berarti berbicara tentang intrapersonal. Bisa memahami diri sendiri maka pengontrolan diri akan makin lebih baik.

"Jika pengenalan diri ini tidak dilakukan dengan baik maka sulit bagi dia untuk memilih teman," kata Novita.

Saat menginjak usia remaja, peran orang tua akan makin berkurang sedangkan peran lingkungan sosial akan bertambah.

Jika pengontrolan diri dan kecerdasan intrapersonal yang tidak dibangun dengan baik maka dia akan sulit untuk membedakan teman yang baik dan tidak atau teman yang membawa dampak positif dan negatif.

"Trendnya seperti ikut-ikutan atas nama solidaritas kesetiakawanan atau banyak istilah lainnya dalam pertemanan remaja," ujarnya.

3. Kurangnya Pengawasan Orang Tua

Pengawasan orang tua yang kurang terhadap perkembangan remaja menyebabkan anak-anak mencari pemahaman tentang benar dan salah dari kelompok-kelompok pertemanan yang salah tersebut.

4. Tekanan dari Teman Pergaulan

Tekanan dari teman-teman pergaulan biasanya mempersepsikan kejantanan itu dengan mengikuti tawuran.

"Kalau dilihat dari kacamata masyarakat pada umumnya tawuran itu tindakan yang salah, tetapi dari kacamata dia justru keren," tutur Novita. (mcr18/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:


Redaktur : Adek
Reporter : Mercurius Thomos Mone

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler