4 Fokus Pembangunan Jawa Tengah, Kemiskinan, Stunting, Inflasi dan Pengangguran

Kamis, 22 Februari 2024 – 15:30 WIB
Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana pada Musrenbang RPJPD Jawa Tengah 2025-2045 dan RKPD Tahun 2025 mengatakan prioritas pembangunan di wilayahnya masih berfokus pada pengentasan kemiskinan, stunting, inflasi dan pengangguran. Foto: Pemprov Jateng.

jpnn.com - SEMARANG - Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana mengatakan prioritas pembangunan di wilayahnya masih berfokus pada pengentasan kemiskinan, stunting, inflasi dan pengangguran.

Nana mengatakan hal tersebut saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Jawa Tengah 2025-2045 dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2025 di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kamis (22/2).

BACA JUGA: Ketum TP PKK Tri Tito Karnavian Kunjungi Sumsel Selama 2 Hari, Berikut Agendanya

Nana juga menyebut perencanaan pembangunan yang dilakukan tetap memperhatikan situasi dan kondisi wilayah.

Oleh karenanya, Pemprov Jateng mengundang berbagai elemen masyarakat agar bisa memberikan masukan.

BACA JUGA: BI Ungkap Suku Bunga Acuan Bakal Turun Semester Depan, Asalkan...

Selain Forkopimda Jateng, Musrenbang menghadirkan berbagai elemen pemerintahan dan masyarakat, mulai dari DPRD Jateng, DPD Jateng, 35 kepala daerah, kelompok perempuan, kelompok disabilitas, forum anak, hingga forum OSIS Jawa Tengah.

"Musyawarah ini dalam rangka merencanakan arah pembangunan selama 20 tahun,” ujar Nana seusai acara.

BACA JUGA: Hadiri Puncak HPN 2024, Nana Sudjana Berharap Pers Jateng Jaga Profesionalitas

Menurutnya visi RPJPD Jawa Tengah selama 20 tahun ke depan, 'Jawa Tengah sebagai Penumpu Pangan dan Industri Nasional Yang Maju, Sejahtera, Berbudaya, dan Berkelanjutan'.

Visi ini selaras dengan RPJPN 2025-2045 yaitu mewujudkan Negara Nusantara Berdaulat, Maju dan Berkelanjutan.

Visi ini akan diwujudkan melalui delapan misi, yaitu transformasi sosial, transformasi ekonomi, transformasi tata kelola dan keamanan daerah tangguh.

Kemudian, demokrasi substansial dan stabilitas ekonomi makro daerah, ketahanan sosial, budaya dan ekologi, pembangunan kewilayahan yang merata dan berkeadilan, sarana prasarana berkualitas dan ramah lingkungan serta kesinambungan pembangunan.

Dalam mendukung visi sebagai penumpu pangan nasional, kebijakan pangan Jawa Tengah 2025-2045 diarahkan untuk mewujudkan kemandirian pangan.

Di antaranya dengan pemenuhan hak dasar atas pangan yang cukup, beragam, bergizi, seimbang dan aman (B2SA) secara berkelanjutan.

Selain itu, penguatan sistem rantai pasok, penguatan pengendalian harga pangan untuk menjamin aksesibilitas pangan.

Kemudian, penyediaan pangan lokal secara mandiri dan berkelanjutan, pencegahan pemborosan pangan (food loss and waste) dan peningkatan ketahanan pangan serta gizi hingga tingkat individu.

Sementara untuk visi penumpu industri nasional arah kebijakannya peningkatan produktivitas industri pengolahan.

Meliputi, pengembangan industri berbasis teknologi, riset dan inovasi dan ramah lingkungan (green investment) sesuai dengan potensi lokal.

Kemudian, pengembangan industri bahan baku lokal, penguatan integrasi rantai pasok antarindustri didukung ketersediaan infrastruktur konektivitas dan logistik pendukung industri, hilirisasi industri serta peningkatan penumbuhan kawasan industri atau kawasan peruntukan industri baru.

"Penumbuhan kawasan industri atau Kawasan Peruntukan Industri (KPI) saat ini seluas kurang lebih 55.011 hektare berada di seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah," katanya.

Adapun dalam perencanaan pembangunan Jawa Tengah tahun 2025, tema yang diangkat peningkatan perekonomian daerah yang berdaya saing dan berkelanjutan. Didukung dengan sumber daya manusia yang berdaya saing dan lebih berkarakter.

"Pada 2025 saya arahkan tetap melanjutkan sepuluh program prioritas Jawa Tengah untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan," ucapnya.

Sementara itu Sekretaris Daerah Provinsi Jateng Sumarno mengatakan arah kebijakan RPJPD Jawa Tengah 2025-2045 akan melalui empat tahapan yang kemudian diturunkan dalam Rencana Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Secara terperinci, tahap pertama (2025-2029) akan difokuskan penguatan landasan transformasi.

Tahap kedua (2030-2034) merupakan tahap akselerasi transformasi.

Tahap ketiga (2035-2039) mewujudkan pemantapan transformasi.

Tahap keempat, sebagai tahap akhir, merupakan perwujudan Jawa Tengah sebagai penumpu pangan dan industri nasional yang maju, sejahtera, berbudaya, dan berkelanjutan. (jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Keberhasilan Bupati Dico Tekan Angka Kemiskinan di Kendal Patut Diapresiasi


Redaktur & Reporter : Kennorton Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler