4 PTN di Surabaya Buka Prodi Baru, ITS Tambah Manajemen Energi Laut

Kamis, 10 Desember 2015 – 08:51 WIB

jpnn.com - SURABAYA - Program studi (prodi) yang bisa dipilih mahasiswa baru tahun depan akan lebih beragam. Saat ini perguruan tinggi negeri (PTN) di Surabaya berlomba mendirikan prodi baru.

Di antaranya adalah Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Pembantu Rektor 1 Unesa Yuni Sri Rahayu menyatakan ada sepuluh prodi baru yang diajukan ke Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Kini pihak Unesa menunggu persetujuan lebih lanjut.

BACA JUGA: SIMAK! Inilah Surat Edaran Kemendikbud terkait Hari Guru

Prodi baru yang diajukan, di antaranya, S-1 pendidikan IPS, S-2 manajemen, dan S-3 pendidikan vokasi. Menurut Yuni, prodi baru itu memang layak didirikan. ''Sebab, berdasar assessment di lapangan, S-3 pendidikan vokasi belum ada,'' tuturnya.

Berdasarkan informasi yang didapat Yuni, akhir tahun ini surat izin dari Kemenristekdikti keluar.

BACA JUGA: Pemerintah Dituding Takut HUT PGRI jadi Momen Honorer K2 Tagih Janji

Insitut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) juga menambah prodi baru. Tahun ini ITS membuka prodi teknik dan manajemen energi laut. Prodi pascasarjana tersebut dibawahi jurusan teknik kelautan.

Mukhtasor, salah seorang koordinator prodi, menjelaskan bahwa energi terbarukan akan semakin digalakkan. Salah satunya yang bersumber dari laut. ''Padahal, peluangnya besar. Maka, terbukanya prodi ini diharapkan dapat meningkatkan SDM yang dapat mengembangkan sumber energi laut,'' ungkap guru besar fakultas teknologi kelautan tersebut.

BACA JUGA: Marwah Pemerintah Memburuk di Hadapan Guru

Kini Mukhtasor dan pihaknya mempersiapkan SDM seperti tenaga dosen. Dia mengatakan, prodi tersebut merupakan gabungan dari berbagai macam ilmu. Jadi, SDM-nya diambil dari beberapa prodi terkait.

Misalnya, dari teknik kelautan, teknik perkapalan, teknik sistem perkapalan, teknik fisika, dan teknik elektro. ''Kami juga mengundang pengajar dari Politeknik hingga Balai Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT),'' tuturnya.

Selain itu, untuk pengembangan kurikulum, Mukhtasor dan pihaknya menggandeng Robert Gordon University (RGU) dari Skotlandia. ''Kami belajar kepada mereka terkait kurikulum prodi baru ini,'' jelasnya.

Nantinya, mahasiswa prodi baru tersebut diajarkan beberapa mata kuliah. Di antaranya, sistem konversi energi laut, kajian potensi energi laut, ekonomi teknik dan bisnis energi, serta manajemen operasi. 

''Mata kuliah tersebut tentunya dipelajari di samping mata kuliah dasar yang disampaikan di teknik kelautan,'' tegas pria yang juga diamanahi sebagai ketua Asosiasi Energi Laut Indonesia (ASELI) tersebut.

Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) juga membuka prodi baru, yaitu magister terapan. Namun, prodi baru itu tidak beroperasi dalam waktu dekat. ''Rencananya masih 2017 mendatang,'' kata Wakil Direktur 1 PENS Adi Wirawan. Prodi tersebut dikhususkan untuk program magister. ''Karena kita masih minim program magister,'' ungkap Adi.

Sementara itu, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya juga membuka dua prodi baru. 

Wakil Rektor 1 UINSA Syamsul Huda menuturkan, dua prodi baru itu adalah S-1 ilmu hukum dan S-1 pendidikan IPA. Prodi ilmu hukum akan berada di bawah naungan fakultas syariah dan hukum. Selama ini prodi syariah dan keagamaan banyak berkembang di UINSA. 

''Jadi, kami lengkapi ilmu hukum dari ilmu positifnya,'' katanya.

Demikian juga prodi pendidikan IPA. Prodi tersebut dihadirkan untuk melengkapi kebutuhan pembelajaran di UINSA. Syamsul menyebutkan, operasional dua prodi tersebut kini tinggal menunggu surat keputusan dari Kemenristekdikti.

Pihaknya sudah menyiapkan berbagai perangkat terkait dengan operasional prodi baru itu. Mulai gedung baru, laboratorium, hingga sarpras lainnya. Pendirian prodi baru di Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) juga sudah dilakukan. 

''Tinggal tunggu SK. Semoga bisa secepatnya. Jadi, tahun depan bisa menerima mahasiswa baru,'' paparnya.

Selain prodi ilmu hukum dan pendidikan IPA, UINSA berencana membuka dua prodi lainnya. Yakni, prodi kesehatan dan teknik. Namun, dua prodi tersebut belum dibuka dalam waktu dekat. Sebab, keduanya masih berada dalam proses pengajuan program studi baru di BAN PT. ''Tapi, proposalnya sudah diajukan,'' jelasnya.  (puj/ara/ai)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Mas Anies: Undangan PB PGRI Bukan Arahan Resmi Pemerintah


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler