4.134 Siswa di Asahan Belum Cairkan KIP

Minggu, 07 Mei 2017 – 11:54 WIB
Siswa SD sedang belajar di kelas. Ilustrasi Foto: JPG/dok.JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Ditjen Dikdasmen) Kemendikbud terus melakukan percepatan pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP).

Pada Mei 2017 ini pencairan dana manfaat PIP dilakukan secara serentak dalam dua gelombang di 40 kabupaten/kota, salah satunya Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.

BACA JUGA: Ingat, 49 Waduk Baru Harus Tuntas 2019

Di Kabupaten Asahan terdapat 4.134 siswa yang belum mendapatkan haknya menerima dana manfaat PIP. Karena itu Pemerintah Kabupaten Asahan sangat mengapresiasi upaya Kemendikbud melakukan percepatan pencairan ini.

“Pak Mendikbud menyampaikan pesan bahwa program ini perlu dikawal secara khusus karena merupakan program prioritas Pak Jokowi,” ujar Staf Khusus Mendikbud Bidang Monitoring Implementasi Kebijakan, Alpha Amirrachman dalam keterangan tertulisnya.

BACA JUGA: Pak Jokowi Dimarahi Petani, Indonesia Tak Mengimpor Jagung Lagi

Salah satu penerima kartu Indonesia pintar (KIP), Selviana, menyampaikan rencananya untuk membeli baju seragam baru menggunakan dana manfaat PIP.

“Rok saya sudah pendek, Pak,” ujar siswi kelas III Sekolah Dasar (SD) itu sembari menunjuk rok yang sedang ia kenakan.

BACA JUGA: Hanya 9 Persen tak Puas Kinerja Jokowi-JK, Wow Banget!

Alpha meminta agar Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebagai bank penyalur untuk penerima KIP jenjang pendidikan dasar (SD dan SMP) mengedepankan prinsip memudahkan. Para penerima KIP, lanjut Alpha, termasuk golongan tidak mampu yang perlu dilayani dengan baik.

“Kami mengharapkan seluruh pemangku kepentingan turut mendorong suksesnya program ini," ujar Alpha.

Pada kesempatan itu, ia juga mengingatkan para penerima KIP agar betul-betul menggunakan dana manfaat PIP untuk keperluan belajar di sekolah.‎

Program Indonesia Pintar tidak hanya ditujukan untuk anak-anak yang sudah sekolah. Anak-anak putus sekolah juga jadi target agar mereka kembali ke sekolah atau melanjutkan ke pendidikan kesetaraan maupun kursus untuk menambah bekal pengetahuan dan ketrampilan. ‎(esy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ssst... KPK Kantongi Data Korupsi Dana Desa


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler