42 Pengurus dan Simpatisan PDIP Pulangkan Atribut Partai

Sabtu, 23 Desember 2017 – 09:11 WIB
Sejumlah kader dan pengurus Anak Cabang PDIP Naibenu, Kabupaten TTU, mengembalikan atribut partai, Jumat (22/12/2017). Foto: YOHANIS SIKI/TIMOR EXPRESS

jpnn.com, TIMOR TENGAH UTARA - Ketua DPC PDIP Timor Tengah Utara (TTU), NTT, Raymundus Sau Fernandes menyatakan mengundurkan diri dari partai pimpinan Megawati Soekarnoputri.

Nah, rupanya, sikap Sau Fernandes diikuti pengurus lain. Jumat (22/12), sebanyak 42 simpatisan, pengurus ranting dan PAC asal Kecamatan Naibeno, mendatangi Sekretariat PDI Perjuangan, di bilangan Kelurahan Maubeli, Kecamatan Kota Kefamenanu.

BACA JUGA: PDIP Peringati Hari Ibu, Hasto Gelorakan Spirit Sarinah

Kehadiran pengurus itu untuk mengembalikan atribut parpol berupa pakaian seragam, bendera dan sejumlah atribut lainnya.

Ironisnya, hengkangnya Pengurus Anak Cabang (PAC) dan ranting Kecamatan Naibeno, dipimpin Kepala Desa Manamas, Maksimus Elu.

BACA JUGA: Fadli Zon Setuju Usulan PDIP Evaluasi Jaksa Agung

Maksimus Elu hadir menumpang dua mobil pick up. Salah satu mobil yang digunakan milik Bumdes desa Manamas.

Saat tiba di Kantor Sekretariat DPC PDI Perjuangan, tidak satu pun pengurus Kabupaten yang nongol, sehingga atribut parpol setelah ditanggalkan disimpan dalam kardus bir dan diserahkan kepada penjaga kantor.

BACA JUGA: Tugas Unik Ganjar Pranowo, Model Iklan Hingga Konselor Cinta

Kepala Desa Manamas, Maksimus Elu, yang juga Pengurus PAC PDIP Kecamatan Naibenu, kepada wartawan mengatakan kehadiran pengurus untuk mengembalikan atribut partai sebagai bukti tidak lagi menjadi anggota PDIP.

Maksimus mengaku mundurnya pengurus Naibeno, karena kesal terhadap keputusan DPP, yang tidak mengusung kader PDIP di Pilgub NTT 2018 mendatang.

Pengurus DPP tidak memprioritaskan kader internal, salah satunya Raymundus Sau Fernandes, yang dianggap layak maju sebagai calon Gubernur NTT .

"Kita kecewa sikap DPP yang tidak menghargai perjuangan kader partai. Padahal, sosok kader partai seperti ketua DPC TTU, sudah teruji dan berkontribusi besar terhadap partai,"jelasnya

Maksimus menambahkan, PAC Kecamatan Naibenu sudah sepakat bersama simpatisan untuk mengalihkan dukungan untuk paket Viktor Bungtilu Laiskodat dan Josep Nai Soi. Dia optimis akan memenangkan paket yang diusung di wilayah Naibeno.

Sementara Sekretaris DPC PDIP TTU, Hendrikus Frengki Saunoah, mengaku belum mendapat informasi terkait mundurnya pengurus ranting dan PAC Naibeno.

Meski begitu, hengkangnya sejumlah pengurus dan anggota partai tidak perlu dirisaukan sebab itu adalah hak seseorang.

"Kalau ada pengurus yang mundur itu hak seseorang. Kita biasa saja, tidak perlu dipolemikkan, masih banyak orang yang mau jadi pengurus di PDIP," tandasnya.

Menurut Hendrikus, PDIP partai yang terbuka untuk siapa saja yang ingin bergabung untuk membesarkan partai.

"Silakan mundur kita tidak larang biar lebih jelas arahnya. Kita akan menata ulang partai ini lebih baik," tandasnya

Ketua DPRD TTU itu mengaku belum mengetahui berapa banyak kader yang menyatakan sikap mundur, karena sejauh ini belum ada yang menghubungi partai.

Dikatakan, kepemimpinan PDIP menganut sistim kolektif kolegial sehingga walaupun ada pengurus yang mundur tetapi kepemimpinan partai tetap berjalan, sambil menunggu proses pergantian posisi ketua DPC. (mg24/ays)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Sori, PDIP Tuding Kejagung Jadi Alat Partai NasDem


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler