4.346 KK Korban Banjir Lebak Menumpuk di 7 Posko Pengungsi  

Minggu, 05 Januari 2020 – 08:02 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy mengunjungi Lebak, Banten. Foto: Humas PMK

jpnn.com, LEBAK - Kondisi sejumlah wilayah di tanah air yang terdampak bencana banjir awal tahun hingga kini masih memprihatinkan. Di Kabupaten Lebak, Banten, beberapa jembatan yang menghubungkan antardesa terputus serta ribuan warga terpaksa bertahan di pengungsian akibat kehilangan rumah yang rusak dan terbawa arus.

Data menunjukkan, ada 4.346 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di tujuh posko pengungsian yaitu Posko Pengungsian Gedung PGRI Kecamatan Sajira, Posko Pengungsian Nangela Desa Calungbungur Kecamatan Sajira, Posko Pengungsian Desa Tambak Kecamatan Cimarga, Posko Pengungsian Kantor Kecamatan Cipanas, Posko Pengungsian Kecamatan Curugbitung, Posko Pengungsian Gedung Serba Guna Kecamatan Lebak Gedong, dan Posko Pengungsian Gedung Futsal Desa Banjar Irigasi Kecamatan Lebak Gedong.

BACA JUGA: 4 Kecamatan di Lebak Terendam Banjir, Semoga Tidak Ada Korban Jiwa

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, berdasarkan arahan Presiden Joko Widodo, pemerintah akan memprioritaskan pemenuhan kebutuhan korban dalam penanganan pascabencana, termasuk untuk banjir bandang yang melanda Kabupaten Lebak.

"Sesuai arahan presiden, pertama harus diprioritaskan korban banjir termasuk bagaimana kebutuhan hidup sehari-hari harus dipenuhi, kemudian kesehatan, ketiga adalah masalah pemukiman sementara," ujarnya saat peninjauan langsung ke lokasi pengungsian di Banjar Irigasi, Lebak, Banten, Sabtu (4/1).

BACA JUGA: Kepala BNPB Ungkap Penyebab Banjir Lebak

Menurut hasil laporan tim yang bertugas di posko-posko pengungsian, distribusi bantuan berupa kebutuhan pangan pokok sejauh ini sudah berjalan lancar. Pemerintah Kabupaten Lebak juga sudah menurunkan tim kesehatan terutama para dokter yang sedia berjaga di beberapa titik lokasi pengungsian.

Sedangkan untuk pemulihan trauma (trauma healing), Muhadjir meminta agar tidak hanya mengandalkan dari lembaga resmi pemerintah melainkan turut melibatkan masyarakat. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) juga didorong untuk turun langsung mendampingi para korban banjir di pengungsian.

BACA JUGA: Pak Misbah Ungkap Keanehan Munculnya Air yang Menyebabkan Banjir Besar

"Untuk jembatan karena berkaitan dengan infrastruktur maka perlu penanganan lebih teliti dan direncanakan dengan baik melibatkan pihak-pihak yang kompeten seperti Kementerian PUPR serta pemerintah daerah setempat," imbuhnya.

Dia menambahkan, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo telah berinisiatif meminta bantuan Panglima TNI dari Zeni Bangunan untuk membangun jembatan-jembatan sementara. Sedikitnya ada tiga jembatan yang dibutuhkan untuk membuka akses masyarakat agar tidak lagi terisolir. (esy/jpnn)


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler