5 Alasan Kenapa KKB Egianus Kogoya Berbahaya, Lihat Fotonya

Rabu, 30 Maret 2022 – 18:42 WIB
Egianus Kogoya, pimpinan KKB di wilayah Nduga. Foto: Facebook Egianus Kogoya 2018

jpnn.com, JAYAPURA - Kepolisian Daerah Papua mengungkap sejumlah fakta tentang kelompok kriminal bersenjata atau KKB pimpinan Egianus Kogoya.

Dari keterangan polisi dan penelusuran awak JPNN di Papua, ada lima fakta yang membuat kelompok Egianus berbahaya dan menakutkan.

BACA JUGA: 450 Prajurit Pasukan Elite Yonif Raider 600 Siap Menumpas KKB dengan Cepat, Senyap, dan Tepat

Pertama, Egianus Kogoya cum suis memiliki lebih dari sepuluh pucuk senjata api.

"Ada (senjata) yang organik milik TNI-Polri dan ada juga rakitan," ujar Direskrimum Polda Papua Kombes Faizal Ramadhani pada Rabu (30/3).

BACA JUGA: Marinir Diserang KKB Lagi, Brigjen Izak Ungkap Alasan Tak Kejar Egianus Kogoya Cs

Kedua, dari sepuluh senpi itu tiga di antaranya senjata mesin yang cukup berbahaya.

Kombes Faizal menyebut tiga jenis senjata mesin itu, yakni satu pucuk minimi (senapan mesin mini) dan dua unit pelontar granat atau grenade launcher module (GLM).

BACA JUGA: KKB: Pesawat Pengangkut Anggota TNI atau Polri Wajib Ditembak

"Dua GLM dan minimi merupakan senjata rampasan," ujarnya.

Fakta ketiga yang dirangkum JPNN, senjata berat tersebut pernah digunakan KKB Egianus dan menewaskan dua prajurit TNI yang bertugas di Papua.

"Senjata itu dipakai saat menghadapi rombongan TNI di Danau Habema 23 Agustus 2018 dan mengakibatkan dua anggota TNI gugur," kata Faizal.

Keempat, dari foto yang beredar beberapa waktu lalu sepertinya Egianus kidal, lebih terampil dengan bagian kiri anggota badannya.

Sumber JPNN di Jayapura pernah membenarkan Egianus memang kidal.

Kelima, Egianus cs tak hanya beraksi di Nduga. JPNN mencatat beberapa insiden di Intan Jaya juga terkait dengan Egianus.

Konon KKB pimpinan Egianus beraksi tergantung dari permintaan pentolan KKB di Papua Lekagak Telenggen.

Nama Egianus kembali muncul setelah kelompoknya kontak senjata dengan personel marinir di Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua, Sabtu (26/3) sore.

Eksistensi KKB pimpinan Egianus sudah ada sejak 2018.

Kelompok tersebut dikenal setelah membantai belasan pekerja PT. Istaka Karya. (mcr30/jpnn)


Redaktur : Mufthia Ridwan
Reporter : Muhammad Cholid Ridwan Abubakar Sangaji

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler