5 Info Terbaru Soal Kasus Brigadir J, Salah Satunya Mayjen (Purn) Tersinggung

Kamis, 14 Juli 2022 – 08:42 WIB
Mayjen Pol (Purn) Seno Sukarto, Ketua RT 05 RW 01 Kompleks Polri Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan. Foto: Mercurius Thomos Mone/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Kasus Nopryansah Yosua Hutabarat atau Brigadir J yang tewas dalam baku tembak sesama polisi di Kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Jumat (8/7) tengah jadi sorotan publik.

Brigadir J yang merupakan ajudan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo, ditembak oleh Bharada E.

BACA JUGA: Komnas HAM Bakal Periksa Irjen Ferdy Sambo Hingga Keluarga Brigadir J, Siap-siap Saja

Almarhum Brigadir J diketahui merupakan personel Brimob yang bertugas di Divisi Propam Polri.

Dia juga sopir pribadi Putri Ferdy Sambo, istri Ferdy Sambo.

BACA JUGA: LPSK Tawari Istri Ferdy Sambo Perlindungan, Bagaimana Nasib Keluarga Brigadir J?

Seno Sukarto selaku ketua RT 005/RW 01 Kompleks Polri Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan, membeberkan info terbaru soal kasus tersebut.

Berikut, deretan informasi terbaru kasus tersebut menurut Mayjen Pol (Purn) Seno Sukarto: 

BACA JUGA: Puan Bakal Dianugerahi Gelar Doktor Honoris Causa dari Kampus Ternama

1. Ketua RT Tidak Dilibatkan Dalam Pengungkapan Kasus Brigadir J 

Mayjen Pol (Purn) Seno Sukarto (84) yang saat ini menjadi Ketua RT 05 RW 01 di Kompleks Polri Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan, mengungkapkan kekesalannya karena tidak dilibatkan dalam pengungkapan kasus baku tembak yang menyebabkan Brigadir Polisi Nopryansah Yosua Hutabarat tewas.

Dia mengaku hingga kasus itu menjadi sorotan publik dirinya tidak pernah ditemui oleh pihak kepolisian.

"Sampai sekarang saya tidak bertemy (polisi, red). Terus terang saya juga kesal. Saya ini dianggap apa sih? Maaf saja, saya ini jenderal, lho, meskipun RT," ujar Seno saat ditemui di kediamannya, Rabu (13/7).

2. Tidak Berkoordinasi, Beri Perintah Seenaknya, Mayjen (Purn) Tersinggung

Mayjen Pol (Purn) Seno Sukarto juga menjelaskan pihak kepolisian tidak berkoordinasi dengan dirinya pascainsiden yang dipicu teriakan Istri Ferdy Sambo dari dalam kamar itu.

Dia mengaku tersinggung dengan tindakan polisi yang dinilai seenaknya di kompleks perumahan pejabat tinggi Polri itu. 

"Jadi, saya memang tersinggung juga dalam hal ini. Sama sekali tidak ada laporan soal ini. Merintahkan satpam seenaknya saja. Kenapa tidak memberi tahu saya sebagai ketua RT," tegas Seno.

3. Saat Kejadian Hanya Terdengar Seperti Suara Petasan

Saat kejadian penembakan Brigadir J, Seno Sukarto mengaku hal itu luput dari perhatian warganya.

Pasalnya, dia menyebutkan yang terdengar hanya seperti suara petasan dan sudah biasa di kuping warga Kompleks Polri Duren Tiga, terutama saat lebaran.

"Kejadian pada hari Jumat itu memang tidak jadi perhatian saya, karena suaranya itu seperti petasan, sedangkan pada saat itu kan menjelang Iduladha," kata alumnus Akpol angkatan ke-9 Rajawali itu.

"Di sini menjelang Iduladha dan tahun baru itu biasanya membunyikan kembang api. Saya beli kembang api, saya letuskan di lapangan itu supaya ramai," ujarnya.

4. Tidak Tahu Kondisi CCTV Rumah Ferdy Sambo, Tetapi

Seno juga mengaku tidak mengetahui kondisi kamera CCTV yang berada di dalam rumah Ferdy Sambo. 

Namun, dia menyebutkan biasanya akan diminta memperbaiki kamera pengawas di rumah warga jika ada yang rusak.

"Itu urusan yang punya rumah. Kecuali kalau (CCTV, red) yang punya rumah mati, kami yang memperbaiki," ucapnya.

5. Polisi Ganti Dekoder CCTV Warga Sehari Setelah Brigadir J Tewas

Seno menyebutkan ada penggantian dekoder CCTV jalanan milik warga oleh pihak kepolisian sehari setelah baku tembak di rumah Ferdy Sambo. 

Pensiunan jenderal bintang dua lantas menanyakan maksud penggantian dekoder yang diletakkan di pos satpam kompleks perumahan tersebut.

Dia menceritakan polisi mengganti dekoder CCTV pada Sabtu (9/7).

"(Polisi) yang datang enggak pakai seragam. Saya tersinggung juga. Terang-terangan saja saya, enggak ada laporan, memerintahkan satpam seenaknya tanpa ada laporan ke RT," kata Seno.

Seno menjelaskan di pemukiman itu terdapat sejumlah kamera CCTV yang terpasang pada Pos Satpam. 

Dia juga menegaskan sejumlah kamera CCTV yang ada di permukiman itu bersumber dapat dipantau dari pos satpam.

"Pusat CCTV di Pos semua. Yang ganti dari mereka (polisi), saya tahunya hari Senin (11/7)," pungkas Seno.(mcr8/jpnn)

BACA JUGA:

Situasi Memanas, Irjen Fakhiri Kirim 3 Kompi Brimob dan 4 Pejabat Utama Polda Papua ke Mamberamo Tengah


Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur : Friederich Batari
Reporter : Kenny Kurnia Putra

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler