5 Menteri KW3 Ini Layak Dilengserkan Sebelum Ramadan

Senin, 27 April 2015 – 17:21 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Peneliti Lingkar Studi Perjuangan (LSP), Gede Sandra menyatakan, ada lima menteri di Kabinet Kerja yang mendapatkan peringkat memprihatinkan berdasarkan hasil survey.

Kelima menteri itu mendapat nilai di bawah standar alias KW3. Mereka ialah Menko Perekonomian Sofyan Djalil, Menakertrans Hanif Dhakiri, Menkeu Bambang P Brodjonegoro, Menteri ESDM Sudirman Said dan Menteri BUMN Rini Soemarno.

BACA JUGA: Presiden Filipina Rayu Jokowi Batalkan Eksekusi Mary Jane

"Nama-nama tersebut sangat layak untuk dipertimbangkan masuk ke dalam daftar perombakan Kabinet Jokowi karena sangat jelas berideologi kanan, neoliberal  posisi politik yang bertentangan dengan Trisakti," kata Gede Sandra, Senin (27/4).

Gede menambahkan, secara kapabilitas, ada permasalahan pada seluruh menteri. Namun, secara integritas, hanya sebagian kecil yang bermasalah. "Keberadaan lima menteri KW3 dalam Kabinet Kerja ini telah cukup menggerogoti popularitas dan penerimaan/akseptabilitas masyarakat terhadap Jokowi," tambah Gede.

BACA JUGA: Polri Siapkan Sanksi Pelanggar Hukum saat Demo Hari Buruh

Selain itu, LSP juga membeberkan dua menteri yang mendapatkan rating bagus dengan nilai di atas standar (75) atau KW1. Mereka ialah Menhub Ignatius Jonan dan Menteri KKP Susi Pudjiastuti.

"Keduanya, dengan gaya yang berbeda. Jonan dengan karakter breaking through-nya dan Susi dengan keberaniannya untuk melakukan perubahan bagi terwujudnya Trisakti. Bukan tanpa dasar bila keduanya juga merupakan dua sosok menteri yang menjadi pusat perhatian dalam makna positif oleh media massa," ungkap Gede.

BACA JUGA: Si Ngeri-Ngeri Sedap Itu Tantang KPK Jerat Kawan-kawannya

Di sisi lain, ada tujuh menteri yang mendapat nilai sekadarnya alias berada dalam rentang 60-75 alias KW2. Menurut Gede, para menteri itu sebenarnya bagus. Namun, mereka ditempatkan di posisi yang salah.

Karena itu, LSP menyarankan Jokowi segera melakukan perombakan dan reposisi kabinet untuk kembali mendapatkan kepercayaan dari publik. “Waktu yang paling tepat untuk reshuffle sebelum Ramadan ini. Biar sela puasa bisa cooling down," tegas Gede. (fas/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Jelang Eksekusi Mati, Indonesia Perketat Pengamanan Kedubes


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler