6 Penyakit Autoimun Ini Bikin Berat Badan Anda Kacau

Kamis, 30 Maret 2017 – 23:22 WIB
Obesitas. Foto:Health

jpnn.com - Autoimun adalah salah satu tipe penyakit yang paling merepotkan penderitanya. Bagaimana tidak, jenis penyakit ini membuat sistem kekebalan tubuh Anda mulai menyerang organ sendiri, jaringan dan sel.

Selain itu, karena merusak sistem kekebalan tubuh, gejala penyakit autoimun sering kali tumpang tindih dengan gangguan lain. Ini membuatnya sulit untuk didiagnosa.

BACA JUGA: Otot Paha Lemah Perbesar Potensi Encok Lutut pada Wanit

Meski begitu, ada satu gejala muncul di banyak penyakit autoimun, yakni perubahan berat badan.

Berikut ini kaitan antara penyakit autoimun dan berat badan, seperti dilansir laman Health, Kamis (23/3). (fny/dil/jpnn)

BACA JUGA: Pasangan Obesitas Butuh Waktu Lama Memiliki Anak

1. Diabetes tipe 1

Dari 29 juta orang Amerika yang menderita diabetes, hanya sekitar 1,25 juta memiliki tipe 1 yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel yang memproduksi insulin di pankreas (diabetes tipe 2, bentuk yang lebih umum, tidak dianggap sebagai penyakit autoimun.)

BACA JUGA: Bahas Tembakau, Jokowi Ingatkan Dua Hal Penting

Karena insulin memainkan peran kunci dalam bagaimana tubuh Anda menggunakan dan menyimpan glukosa untuk energi, banyak orang dengan tipe 1 diabetes mengalami penurunan berat badan yang tidak bisa dijelaskan.

Jika Anda mengalami gejala-gejala lain seperti rasa haus yang berlebihan, sering buang air kecil, kelelahan atau penglihatan kabur, segera konsultasi ke dokter.

2. Radang sendi

Steroid yang biasa digunakan untuk mengurangi peradangan bisa menyebabkan kenaikan berat badan, retensi air, kekakuan dan kelelahan yang bisa menyulitkan Anda dalam melakukan aktivitas normal.

3. Penyakit celiac

Penyakit celiac, suatu gangguan autoimun di mana makan gluten menyebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel usus kecil. Orang dengan celiac biasanya tidak menyerap makanan dengan baik, jadi mereka sering memiliki tubuh yang lebih kurus.

Gejala lain bisa sangat bervariasi, tetapi mungkin termasuk sakit perut, kembung, sakit kepala, nyeri sendi atau anemia.

4. Penyakit Addison

Gangguan autoimun ini memengaruhi kelenjar adrenal yang mengatur hormon yang membantu Anda mengatasi stres dan mengatur tekanan darah Anda.

Ketika kelenjar adrenal tidak menghasilkan cukup hormon ini, maka hal ini bisa menyebabkan nafsu makan menurun, mual dan penurunan berat badan secara tiba-tiba.

5. Gangguan tiroid

Ketika sistem kekebalan tubuh bermasalah dengan tiroid Anda, hal itu bisa menyebabkan perubahan berat badan yang tidak bisa dijelaskan.

Tiroid Anda membantu mengontrol metabolisme Anda, sehingga jika itu kurang aktif (hypothyroidism), semuanya akan jadi melambat.

Itu sebabnya gejala umum termasuk berat badan, kelelahan, sembelit, rambut rontok dan depresi.

6. Penyakit Crohn dan kolitis ulserativa

Crohn dan kolitis cenderung cenderung disatukan karena keduanya adalah penyakit radang usus yang disebabkan oleh respon imun yang abnormal.

Perbedaannya, kolitis ulserativa hanya memengaruhi usus besar, sedangkan Crohn bisa memengaruhi setiap bagian dari saluran pencernaan.

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ini Lho Manfaat Kapulaga untuk Kesehatan


Redaktur : Adil
Reporter : Adil, Fany

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler