6 Sistem Pendidikan Negara Ini Bikin Siswa Indonesia Iri (1)

Senin, 22 Februari 2016 – 17:57 WIB
Ilustrasi. Foto: Hechinger Report

jpnn.com - HELSINKI – Finlandia memang hanya negara kecil. Namun, pendidikan di Finlandia memiliki kualitas sangat besar. Pendidikan di negara itu selalu masuk papan atas Program for International Student Assessment (PISA).

Hal itu tak lepas dari reformasi yang dilakukan sejak 40 tahun lalu. Reformasi itu membuat pendidikan di Finlandia sangat menyenangkan. Selain itu, hasilnya ternyata juga sangat ciamik.

BACA JUGA: Tahun Ini, 5541 Sekolah Laksanakan UN Berbasis Komputer

Tak heran, banyak negara yang kerap meneliti sistem pendidikan Finlandia. Negara sekelas Amerika Serikat pun kerap dibandingkan dengan Finlandia. Para pelajar Indonesia sepertinya bakal iri dengan sistem pendidikan yang unik di negara yang hanya punya 5,471,753 penduduk itu (sensus 2014). (jos/jpnn)

Berikut 6 keunikan pendidikan Finlandia sebagaimana dilansir berbagai sumber:

BACA JUGA: 2016, Sekolah Internasional Wajib UN

Anak-anak Finlandia tak memulai pendidikan formal hingga usia tujuh tahun

Finlandia benar-benar menghormati hak bermain anak-anak. Semua anak di Finlandia tak dituntut buru-buru masuk sekolah. Pemerintah Finlandia seolah paham betul dengan karakter anak-anak yang identik dengan main-main.

BACA JUGA: Dukung Pembatasan Gadget di Sekolah tapi...

“Pendidikan pada enam tahun pertama bukan tentang sukses akademik. Kami tidak menilai anak sama sekali. Itu semua tentang persiapan untuk belajar dan menemukan minat,” terang pendidik dan pengarang buku di Finlandia Pasi Sahlberg sebagaimana dilansir laman Business Insider medio April 2015 lalu.

Siswa di Finlandia jarang mendapatkan PR hingga remaja

Siswa di Finlandia jarang mendapatkan pekerjaan rumah hingga memasuki remaja. Kalaupun ada, bebannya jauh lebih ringan dibandingkan negara maju lainnya. Berdasarkan penelitian Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) pada 2014, siswa di Finlandia hanya mengerjakan PR selama 2,8 jam per pekan. Sebagai perbandingan, siswa di AS mengerjakan PR selama 6,1 jam per minggu

“Itu juga didukung dengan penelitian bahwa pendidikan akademik yang sedikit ternyata membantu masa kanak-kanak siswa,” demikian tulis Hechinger Report, Februari 2016 lalu. (jos/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kemendikbud Ancam Permalukan Daerah dengan Indeks Integritas Rendah


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler