7 Kampus Indonesia dan 3 Universitas Asing Bentuk Konsorsium iHiLead, Lulusannya Siap Kerja

Rabu, 03 Maret 2021 – 17:30 WIB
Plt Dirjen Dikti Kemendikbud Nizam. Foto: tangkapan layar

jpnn.com, JAKARTA - Sebanyak tujuh perguruan tinggi nasional dan tiga universitas asing dari Uni Eropa membentuk konsorsium Indonesia Higher Education Leader (iHiLead). Menurut Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud Nizam, konsorsium ini untuk mendukung implementasi program merdeka belajar-kampus merdeka.

iHiLead adalah sebuah konsorsium iHiLead yang bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia melalui reformasi kepemimpinan di lingkungan perguruan tinggi.

BACA JUGA: Kabar Penting dari Kemendikbud Jelang Seleksi Guru PPPK 2021

"Sasaran akhir dari konsorsium ini adalah agar lulusan perguruan tinggi semakin mampu menjawab kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI)," kata Nizam saat kick off meeting iHiLead secara virtual, Selasa (2/3) malam.

Konsorsium ini berada di bawah supervisi Ditjen Dikti. Adapun tujuh perguruan tinggi Indonesia yang masuk konsorsium adalah President University, Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Islam Indonesia, Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Semarang, Universitas Padjajaran dan STIE Malangkucecwara.

BACA JUGA: Banyak Honorer Tua, Forum Guru Minta Materi Tes PPPK Jangan Melenceng dari Bimbel

Sementara, tiga perguruan tinggi asing terdiri dari University of Gloucestershire, International School for Business and Social Studies (ISBSS) dari Slovenia, dan University of Granada dari Spanyol.

Dalam pelaksanaannya, konsorsium iHiLead mendapat dukungan dari Education, Audiovisual and Culture Executive Agency (EACEA), sebuah badan di bawah Eramus dari Uni Eropa.

BACA JUGA: Percakapan Terakhir Rina Gunawan dengan Ashanty, Ada Nama Loly

Erasmus adalah sebuah komisi di Uni Eropa yang mendukung berbagai kegiatan dalam bidang pendidikan, pelatihan, kepemudaan dan olahraga di berbagai negara di dunia.

Dikatakan Nizam, Kemendikbud terus berupaya meningkatkan kualitas perguruan tinggi agar selaras dengan kebutuhan industri. Salah satunya melalui program merdeka belajar-kampus merdeka (MBKM).

"Dengan adanya program ini, kelak begitu lulus mahasiswa langsung siap kerja, bukan lagi siap latih. Program ini diharapkan mampu meningkatkan serapan lulusan perguruan tinggi di pasar tenaga kerja," tutur Nizam.

Dia menyebutkan selama ini banyak keluhan dari kalangan dunia usaha mengenai kualitas lulusan perguruan tinggi yang tidak sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Selain itu, masih banyak materi kuliah yang diajarkan di kampus tidak sejalan lagi dengan kebutuhan DUDI.

Untuk itu, Nizam meminta perguruan-perguruan tinggi di Indonesia untuk merombak sistem pendidikannya dari pola Industri 3.0 ke pola Industri 4.0, atau bahkan industri 5.0.

“Perguruan tinggi di Indonesia harus mulai meninggalkan kompetensi-kompetensi lama yang sudah tidak dibutuhkan lagi karena makin banyak pekerjaan yang hilang atau digantikan oleh mesin. Perguruan tinggi Indonesia harus makin adaptif dan berani mendisrupsi dirinya sendiri,” tegas Nizam.

Nizam menyambut baik upaya dan langkah-langkah yang akan dilakukan oleh konsorsium iHiLead dalam meningkatkan kapasitas pemimpin dan kepemimpinan perguruan tinggi di Indonesia.

“Apalagi sasaran akhir dari upaya ini adalah untuk meningkatkan kualitas lulusan perguruan tinggi di Indonesia, sehingga selaras dengan kebutuhan DUDI. Apa yang digagas konsorsium iHiLead juga selaras dengan program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka yang dilakukan Kemendikbud,” pungkasnya.(esy/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler