70 Juta Tabung Elpiji 12 Kg Disebar, Pertamina: Ada Oknum Ambil Untung

Jumat, 21 Agustus 2015 – 21:32 WIB
ilustrasi

jpnn.com - JAKARTA - Vice President Corporate Communication PT Pertamina, Wianda Pusponegoro mengatakan perseroan mendapatkan tantangan yang besar untuk menjaga pasokan gas elpiji 12 kg. Wianda tak memungkiri kalau selama ini ada oknum nakal yang berupaya mengeruk keuntungan dari elpiji 12 Kg.     

"Tantangan untuk elpiji (12 kg) besar karena tabung yang beredar sampai 70 juta tabung lebih. Makanya pengawasan utama itu di agen-agen. Karena ada oknum yang berusaha mendapat untung," ujar Wianda di Jakarta, Jumat (21/8).

BACA JUGA: Kementerian PUPR Klaim Sudah Bangun 472.495 Rumah

Mengenai adanya elpiji 12 kg yang dioplos atau isi takaran gasnya dikurangi dengan menambahkan ke tabung lainnya, Pertamina telah mengandeng pihak kepolisian untuk mengusut dan menindaknya. Sebab upaya pengoplosan isi tabung gas elpiji tidak hanya merugikan Pertamina, namun juga membahayakan bagi masyarakat.

Selain mengandeng kepolisian, Pertamina juga diawasi oleh Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan.

BACA JUGA: Kemenkop dan Koperasi Janji Perluas Jaringan Pemasaran Produk UKM

"Pengoplosan, kami sudah bekerja sama dengan kepolisian. Karena bukan hanya Pertamina yang dirugikan tapi masyarakat juga. Agen harus mengamati penyesuaian harga. Apalagi kalau ini seperti elpiji 3 kg, kepala dinas bisa lakukan penindakan," tegas mantan presenter berita ini.(chi/jpnn)

BACA JUGA: Luhut Klaim Pasar Happy Sambut Tim Ekonomi

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pertamina Terus Merugi, DPR Segera Evaluasi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler