70 Persen Pasien RS Mestinya Cukup di Puskesmas

Minggu, 28 Desember 2014 – 10:20 WIB

SUKABUMI - Penggunaan kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, nampaknya masih belum optimal. Buktinya, saat Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Golkar, Dewi Asmara sidak ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD R Syamsudin kemarin (27/12), ditemukan hampir 70 persen pasien pengguna BPJS ternyata tak seharusnya dirawat di Rumah Sakit.
 
Menurut Dewi, banyak pasien mengalami sakit ringan yang seharusnya masih bisa ditangani pihak Puskesmas, ternyata memilih langsung ke Rumah Sakit.

"Ini bukti kurangnya pemahaman terkait penggunaan kartu BPJS untuk masyarakat," paparnya.
 
Ia menambahkan, seharusnya pemerintah daerah ataupun BPJS dalam melakukan sosialisasi, menyampaikan mengenai cara penggunaan kartu PBJS. Pasalnya, fakta dilapangan, kencendrungan masyarakat tidak mau menggunakan puskesmas akan tetapi langsung datang ke rumah sakit.
 
Padahal sebetulnya, pemerintah sudah membuat puskesmas dilengkapi dengan obat yang memadai.

BACA JUGA: Pulang Mudik, Sekeluarga Dihantam KA

"Intinya ini mejadi PR kita bersama, khususnya pemerintah untuk terus melakukan penambahan sosialisasi jangan sampai masyarakat punya kartu tapi tidak tahu penggunaannya," ujarnya.
 
Dampak dari kurangnya pengetahuan mengenai kartu BPJS, terlihat membludaknya pasien rumah sakit dengan tidak ditunjang oleh fasilitas. Sebetulnya, pihaknya sebagai anggota DPR mampu mendorong pemerintah untuk menganggarkan fasilitas rumah sakit. Akan tetapi, harus memerlukan proses yang cukup panjang.

"Contohnya, untuk menambah jumlah tempat tidur, kita harus bangun fisik. Sedangkan untuk fisik sendiri, harus memerlukan dana dan ketika dana siap butuh waktu untuk proses lelang dan sebagainya," ujarnya. (bal/t)

BACA JUGA: PDAM Terancam Kolaps

BACA JUGA: Pria Bongsor Membusuk di Hutan

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tahun Baru, Pendaki Marapi Diprediksi 6.000 Orang


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler