75 Persen Sekolah Terapkan Kurikulum Baru

Jumat, 06 Desember 2013 – 08:25 WIB

jpnn.com - SAMARINDA--Penerapan kurikulum pendidikan baru dalam hal ini kurikulum 2013 di tahun 2014 mendatang terus diupayakan Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Kaltim. Kepala Diknas Kaltim Musyahrim mengatakan, pihaknya kini tengah menargetkan 75 persen sekolah di Kaltim dapat menerapkan kurikulum tersebut.

Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), kini baru sekitar 110 sekolah di Kaltim yang mendapat kuota menerapkan kurikulum 2013 itu.

BACA JUGA: Kompak Bagi Tugas Pelaksanaan Unas

"110 sekolah yang dapat kuota menerapkan kurikulum 2013 itu adalah SD sebanyak 50 sekolah, SMP ada 30 sekolah dan SMA/SMK ada 30 sekolah. Jadi sebenarnya untuk saat ini masih sedikit dari yang diharapkan," kata Musyahrim.

Dalam penerapannya itu, menurutnya, khusus tenaga pendidik dalam hal ini para guru harus mendapatkan pelatihan tersendiri oleh Kemendikbud nantinya. Tidak hanya itu, pemerintah juga berkewajiban memberikan buku pelajaran kurikulum 2013 kepada guru dan murid, tanpa dipungut biaya seperpun alias gratis.

BACA JUGA: Tak Setuju Penghapusan UN SD

"Jadi tidak bisa asal. Gurunya harus dilatih dulu, kemudian bukunya harus disediakan pemerintah. Sehingga, kalau gurunya belum dilatih, bukunya belum disediakan, sekolah tidak boleh melaksanakan kurikulum 2013. Jadi tidak bisa hanya dengar-dengar, gurunya harus dilatih langsung," ujarnya menjelaskan.

Pemprov Kaltim melalui Disdik, lanjutnya, berinisiatif memberikan pelatihan kurikulum 2013 kepada para guru dengan menggunakan anggaran APBD Kaltim. Dan pihaknya sudah mengusulkan anggaran itu tahun anggaran 2014 nanti.

BACA JUGA: Banyak Mahasiswa DO AKibat Narkoba

"Karena kalau menunggu kuota dari Pusat, kapan semua sekolah di Kaltim bisa menerapkan kurikulum 2013. Bayangkan dari jumlah SD kita yang mencapai 2.400, baru 50 saja yang menerapkannya. Jadi kita sendiri yang menyiapkan anggaran pelatihan gurunya. Masih bersyukur untuk instruktur langsung ditunjuk Kemendikbud," terangnya.

Mempertegas kesiapannya lagi, ditambahkannya, Pemprov juga berinisiatif menggandakan buku kurikulum 2013 untuk guru dan murid. Sudah dialokasikan sebesar Rp 50 miliar untuk penggandaan buku itu, Sedangkan untuk pelatihan guru dialokasikan Rp 14 miliar.

"Syaratnya kan gurunya harus dilatih, dan bukunya disediakan pemerintah, baru bisa diterapkan kurikulum 2013 itu. Makanya, gurunya kita latih, bukunya kita gandakan menggunakan anggaran daerah," tambahnya. (rk1/agi)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pemprov DKI Siap Lawan Permendiknas


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler