8 Tips Agar Terhindar dari Kecelakaan Tabrak Truk dari Belakang

Selasa, 17 Januari 2023 – 00:36 WIB
Banyak faktor yang mengakibatkan kecelakaan mobil pribadi tabrak truk, mulai dari lambatnya lajunya, bagian belakang truk yang tak terlihat, dan lainnya. Foto: sources for JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Mobil pribadi yang menabrak truk dari belakang kerap terjadi di tol.

Tabrkan jenis itu memiliki tingkat fatalitas tinggi, terlebih jika truk yang ditabrak

BACA JUGA: Tips Merawat Cat Mobil Agar Tidak Mudah Kusam, Mudah Kok

Dari keterangan tertulis Auto2000, Senin (16/1), tentu ini akan menjadi perhatian pemerintah khususnya Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Banyak faktor yang mengakibatkan kecelakaan tersebut, mulai dari lambatnya laju truk, bagian belakang truk yang tak terlihat, dan lainnya.

BACA JUGA: Kecelakaan Maut di Tol Pekanbaru-Bangkinang, Satu Orang Tewas

Nah, agar terhindar dari kecelakaan seperti ini berikut tips-nya.

1. Pahami Kekurangan Truk

Anda bisa memahami kekurangan truk perihal dimensi dan bobotnya yang besar.

BACA JUGA: Soal Kecelakaan Truk Tangki Pertamina di Cibubur, Kemenhub Bilang Begini

Truk bergerak lambat sehingga membutuhkan waktu untuk akselerasi dan pengereman, termasuk membutuhkan ruang yang luas saat manuver dan memiliki blind spot yang luas.

2. Hindari Mengemudi Agresif

Jalan tol yang lengang dapat mendorong Anda untuk mengemudi secara agresif.

Misalnya, pindah lajur tiba-tiba karena tidak sabar menunggu mobil di depan kembali ke lajur kiri.

Masalahnya, di sebelah kiri sering terdapat truk yang melaju perlahan. Dengan perbedaan kecepatan yang tinggi, tanpa disadari mobil tiba-tiba sudah dekat dengan bak truk.

Risikonya sangat besar jika gagal mengantisipasinya.

3. Waspada Pergerakan Truk di Depan

Tingkatkan kewaspadaan jika di depan ada beberapa truk melaju di lajur kiri.

Gunanya untuk mengantisipasi jika ada salah satu truk tetiba pindah ke lajur kanan untuk menyalip truk lain di depannya.

Jangan ragu untuk memberikan isyarat lampu dim ketika terlihat ada yang ingin bergerak ke kanan.

Segera kurangi kecepatan jika truk tersebut tetap memaksa pindah lajur.

4. Patuhi Batas Kecepatan di Jalan

Jalan tol antar kota memiliki batas kecepatan minimal 60 km/jam dan maksimal 100 km/jam.

Di beberapa lokasi, seperti daerah rawan kecelakaan atau jalan pegunungan, kecepatan maksimal turun menjadi 80 km/jam.

Mobil terlalu cepat akan sulit dikendalikan. Tentu sangat berbahaya kalau di depan ada truk.

Terlalu lambat, maka risikonya adalah menghambat laju mobil lain atau ditabrak dari belakang.

5. Jaga Jarak Aman dengan Truk

Dengan menjaga jarak aman, Anda mampu melihat potensi masalah dari truk di depan dan melakukan manuver menghindar saat dibutuhkan.

Seperti ketika ada truk yang tidak kuat menanjak. Termasuk memiliki ruang yang cukup untuk melakukan pengereman jika diharuskan mengurangi kecepatan.

6. Jangan Mengalihkan Perhatian dari Jalan

Beberapa waktu lalu ada kecelakaan akibat sopir mengambil ponsel yang jatuh ke lantai.

Meskipun hanya sepersekian detik, perhatian yang terdistraksi cukup untuk membuat AutoFamily tidak waspada pada kondisi jalan.

Lupakan ponsel dan update social media supaya tidak mengalihkan perhatian dari jalan.

7. Bahu Jalan Hanya Untuk Darurat

Kerap ada truk yang berhenti di bahu jalan tapi tidak dilengkapi penanda seperti segitiga pengaman.

Dengan kecepatan mobil yang tinggi dan truk berhenti, dampak tabrakan yang terjadi bisa sangat mengerikan.

Selain itu, aturan lalu lintas memang melarang berkendara di bahu jalan dengan alasan apapun.

8. Hati-hati Truk Tanpa Lampu Belakang dan Stiker Pemantul Cahaya

Sama dengan jenis kendaraan lain, truk wajib memiliki lampu belakang yang berfungsi normal.

Sayangnya, masih dapat ditemui truk yang lampu belakangnya mati atau redup, ditambah lagi kurangnya penggunaan Stiker Pemantul Cahaya.

Maka dari itu sebaiknya jaga kecepatan saat menyalip, apalagi yang nekat mengambil jalur kiri atau bahu jalan. (ddy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kecelakaan Truk Kontainer di Simpang Rapak, Dirjen Hubdat Ambil Tindakan Ini


Redaktur & Reporter : Dedi Sofian

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler