890 Bandar Narkoba Dipindahkan ke Nusakambangan, Ada Sel Khusus

Rabu, 13 September 2023 – 01:43 WIB
Jumpa pers pengungkapan Transnational Organized Crime (TOC) Narkotika dan TPPU Jaringan Fredy Pratama di Lapangan Bayangkara, Jakarta Selatan, Selasa (12/9). Foto: Dok. Ditjenpas Kemenkumham

jpnn.com, JAKARTA - Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kemenkumham memindahkan 890 bandar narkoba dari berbagai tempat penahanan ke Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Dirjenpas Kemenkumham Reynhard Silitonga menyebut 890 bandar narkoba itu masuk ke dalam sel khusus dengan pengamanan super maksimum.

BACA JUGA: Hotel Hasil TPPU Gembong Narkoba Fredy Pratama Disita Mabes Polri, Sebegini Nilainya

"Mereka berada di satu sel seorang diri,” kata pria kelahiran Sumatera Utara (Sumut) itu saat jumpa pers pengungkapan Transnational Organized Crime (TOC) Narkotika dan TPPU Jaringan Fredy Pratama di Lapangan Bayangkara, Jakarta Selatan, Selasa (12/9).

Menurut Reynhard, pihaknya selalu bekerja sama dengan Bareskrim Polri dalam membina para narapidana kasus peredaran narkoba.

BACA JUGA: Polda Kalsel Menyita Aset Rp 43,93 Miliar Jaringan Gembong Narkoba Fredy Pratama

"Jadi, di lapas, kami selalu bekerja sama dengan Polri untuk pengawasan sekaligus pembinaan,” ujar jenderal bintang dua itu.

Sebelumnya, Bareskrim Polri bersama dengan Royal Malaysia Police, Royal Malaysian Customs Departement, Royal Thai Police, Us-Dea, Bea dan Cukai, Kejaksaan, Badan Narkotika Nasional (BNN), hingga Ditjenpas menyita 10,2 ton sabu-sabu dan 116.346 ekstasi milik jaringan Fredy Pratama.

BACA JUGA: Dipecat dari Polri Lantaran Kasus Narkoba, RO Berulah Lagi, Tak Ada Ampun

Penyidik bahkan mampu menyita Rp10,5 triliun aset dari sangkaan pasal TPPU dari para terduga pelaku jaringan narkoba Fredy.

Kabareskrim Polri Komjen Pol Wahyu Widada mengungkapkan jaringan Fredy terbilang sangat rapi dan terstruktur dalam mengedarkan barang haram.

"Dari hasil evaluasi oleh tim Bareskrim Polri, ada kesamaan modus operandi yang digunakan oleh para sidikat tersebut, yaitu penggunaan alat komunikasi, yaitu pengguna Blackberry Messengger Interprice, Prima, dan Wayers, saat berkomunikasi,” ujar Wahyu.

Jenderal bintang tiga itu mengatakan jaringan Fredy mengedarkan narkoba dari Indonesia sampai Thailand.

"Daerah operasinya yaitu di Indonesia dan Malaysia Timur,” bebernya.

Wahyu turut memberikan penghargaan kepada seluruh pihak yang mau bekerja sama dalam mengungkap jaringan narkoba Fredy.

Salah satu penghargaan diberikan kepada Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Kemenkumham Reynhard Silitonga. (ast/jpnn)


Redaktur : Dedi Yondra
Reporter : Aristo Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler