BUMN

Oleh: Dhimam Abror Djuraid

Minggu, 17 Juli 2022 – 22:34 WIB
Kementerian BUMN. Ilustrasi. Foto: dok/JPNN.com

jpnn.com - Ada joke lawas yang didaur ulang tetapi tetap lucu dan bisa bikin tergelak. Alkisah, diktator Korea Utara Kim Jong Un ingin menebar teror ke seluruh dunia.

Dia memerintahkan anak buahnya untuk memasang bom waktu di setiap pesawat terbang milik maskapai seluruh dunia yang mendarat di Pyongyang. Tujuannya supaya pesawat meledak di udara dan seluruh dunia ketakutan.

BACA JUGA: Cegah BUMN Merugi, Kamrussamad Dukung PP 23/2022

Anak buah Kim bertanya untuk memastikan apakah seluruh pesawat akan dipasangi bom. Setelah berpikir sejenak Kim berkata, ‘’Kecuali Garuda Indonesia’’.

Anak buah menjadi kepo dan bertanya, ‘’Mengapa kita takut kepada Indonesia?’’ Kim menjawab, ‘’Bukan takut, tetapi Garuda biasanya selalu telat terbang, nanti meledaknya disini juga, kita yang susah…..’’

BACA JUGA: Raffi Ahmad dan Nagita Slavina Ajak Ronaldinho Makan di Pinggir Jalan, Ini Menunya

Joke lainnya, Anda sudah hafal. Garuda diplesetkan menjadi ‘’Good and Reliable Under Dutch Administration’’, bagus dan andal saat dikelola pemerintah Belanda. Teman bule Australia pun terkekeh mendengar plesetan ini.

Joke itu menggambarkan rasa frustrasi publik terhadap pengelolaan BUMN (Badan Usaha Milik Negara) pelat merah milik Indonesia ini.

BACA JUGA: Dirut Salah Satu BUMN Terbesar era SBY Dicegah ke Luar Negeri, Kasus Apa?

Publik tidak habis pikir bagaimana perusahaan penerbangan, yang banyak memperoleh privilese dari negara, bisa merugi terus-menerus. Pasti ada yang salah dalam pengelolaan perusahaan ini. Begitu persepsi publik.

Garuda bukan satu-satunya BUMN yang tekor bocor. Beberapa perusahaan pelat merah malah menderita kerugian yang besar sehingga merugikan negara.

Publik gerah dan netizen pun mulai usil. Belakangan ini viral di media sosial mengenai munculnya BUMN baru. Bukan BUMN Badan Usaha Milik Negara yang dipimpin oleh Menteri Erick Thohir.

BUMN baru ini justru menjadi saingan BUMN milik Erick Thohir dan dipimpin oleh ‘’menteri lain’’. BUMN baru itu adalah ‘’Badan Usaha Milik Nagita’’, dan menterinya ialah Nagita Slavina, salah satu selebritas media sosial papan atas Indonesia.

Nagita ialah istri Raffi Ahmad, selebritas media sosial Indonesia paling top yang juga dikenal sebagai sultan crazy rich Indonesia. Pasangan Raffi dan Nagita menjadi pemuncak daftar anak-anak muda yang kaya mendadak karena mendapat berkah kemajuan bisnis digital di Indonesia.

Nagita Slavina banyak mengelola bisnis yang sukses. Tak heran publik memberi sebutan BUMN, Badan Usaha Milik Nagita.

Tidak hanya itu. Seluruh karyawan yang bekerja di BUMN ala Nagita ini juga diangkat menjadi PNS. Akan tetapi, ini bukan pegawai negeri sipil tetapi ‘’Pegawai Nagita Slavina’’.

Kabar terbaru, Perusahaan Esteh Indonesia pekan ini (14/7) resmi masuk menjadi bagian dari BUMN setelah mengangkat Nagita Slavina sebagai CEO.

Kini Esteh Indonesia berubah status menjadi BUMN atau Badan Usaha Milik Nagita.

Kabar diangkatnya Nagita Slavina sebagai CEO Esteh Indonesia yang baru diunggah di akun resminya di Instagram, @esteh.indonesia.

"Kamis, 14 Juli 2022. Nagita Slavina resmi menjabat sebagai CEO baru Esteh Indonesia. Nagita Slavina hadir agar Esteh Indonesia lebih baik lagi ke depannya dari segi kualitas produk, kualitas pelayanan dan akan semakin menancapkan kaki sebagai pioneer serta market leader F&B Indonesia yang akan mendunia," tulis akun @esteh.indonesia di Instagram.

Itu berarti seluruh karyawan Esteh Indonesia resmi menjadi PNS atau Pegawai Nagita Slavina. Nagita Slavina Mariana Tengker atau lebih dikenal dengan Nagita Slavina adalah seorang aktris, presenter dan penyanyi sekaligus istri Raffi Ahmad. Sebagaimana Raffi Ahmad, sang suami, Nagita Slavina dikenal sebagai Sultan Andara karena hartanya yang berlimpah.

Bersama Raffi Ahmad, Nagita mengelola BUMN dengan bendera Rans Corporations yang bergerak di berbagai bidang mulai dari hiburan, kuliner, sampai pengelolaan klub sepak bola. Para pegawai Nagita Slavina mendapatkan fasilitas mewah yang tak kalah dengan para pegawai BUMN anak buah Erick Thohir.

Erick Thohir sudah lama menjadi sorotan karena kinerja BUMN-nya yang tidak memuaskan.

Menjadi perusahaan yang diminati para pencari kerja dan menjanjikan gaji besar tidak membuat semua perusahaan pelat merah pimpinan Erick bisa meraup untung.

Garuda Indonesia rugi sekitar Rp 23 triliun. Garuda Indonesia juga memiliki utang yang menggunung.

Pertamina juga mengalami kerugian dalam jumlah cukup besar. Hal itu tak terlepas dari lonjakan harga komoditas energi, yakni batu bara dan minyak mentah yang jadi bahan baku utama produksi.

Pertamina tekor sampai Rp 191 triliun karena tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) ketika harga minyak mentah dunia mengalami lonjakan. Harga keekonomian saat ini lebih tinggi dibandingkan harga yang ditetapkan di pasar. Hal tersebut membuat Pertamina menanggung selisih lebar antara kedua harga tersebut.

Itu makin diperparah dengan belum adanya tambahan anggaran subsidi dan kompensasi dari pemerintah ke Pertamina. Maka tidak heran kita lihat arus kas operasional Pertamina semenjak januari constantly negatif karena Pertamina harus menanggung perbedaaan harga. Begitu alasan Sri Mulyani.

PLN juga rugi sebagai imbas dari belum naiknya tarif listrik di tengah lonjakan harga komoditas batu bara. Namun, angka defisit PLN tidak lebih besar jika dibandingkan dengan Pertamina. Defisit ini diperkirakan akan mencapai Rp 71 triliun.

Solusi yang ditawarkan Sri Mulyani sudah bisa ditebak, yaitu mencabut subsidi supaya beban negara bisa dikurangi dan kerugian BUMN bisa ditekan. Dengan solusi ini beban negara jadi ringan, tetapi beban itu dipindahkan ke pundak rakyat.

Sri Mulyani mempergunakan pendekatan yang sangat khas neo-liberalis yaitu mengurangi campur tangan pemerintah semaksimal mungkin dan membiarkan pasar dijalankan oleh tangan gaib, the invisible hand, supaya memperoleh ekuilibrium tanpa campur tangan negara. (*)


Redaktur : M. Kusdharmadi
Reporter : Cak Abror

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler