Ada 48 Tim Dalam dan Luar Negeri Ikut Dragon Boat Race 2017

Kamis, 19 Oktober 2017 – 14:14 WIB
Lomba Dayung Perahu Naga atau Dragon Boat Race di Tanjungpinang, Kepri. Foto: batampos/JPNN

jpnn.com, TANJUNGPINANG - Pergelaran Festival Internasional Dragon Boat Race (DBR) 2017 di Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri) sebentar lagi bakal dimulai. Perhelatan yang juga masuk dalam rangkaian Festival Bahari Kepri (FBK) 2017 itu akan berlangsung pada 20-22 Oktober di Perairan Sei Carang, Tanjungpinang.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri Buralimar mengatakan, DBR 2017 mendapat dukungan dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Menurutnya, tercatat sudah ada 48 tim yang akan mengikuti DBR 2017, termasuk lima tim dari Malaysia dan Singapura.

BACA JUGA: Bandara Raja Ampat Siap Go International

"Dari luar Provinsi Kepri yaitu Provinsi Riau, Sumatera Barat, Jambi Sumatera Selatan sebanyak sebelas tim dan selebihnya tim dari se–Provinsi Kepri. Event ini termasuk salah satu kegiatan pariwisata andalan Kota Tanjungpinang ini," ujar Buralimar.

Lebih lanjut Buralimar mengatakan, DBR 2017 akan memperebutkan piala bergilir dari gubernur Kepri. Dia memastikan kehadiran peserta dari Singapura dan Malaysia akan menambah kemeriahan perlombaan bergengsi ini.

BACA JUGA: Pesta Mejuah-juah Bikin Wisatawan Joyful di Tanah Karo

”Ini usaha kami untuk juga menyasar border tourism di perbatasan ini,” kata Buralimar.

Sementara Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang Reni Yusnely menuturkan, lomba perahu naga bukan satu-satunya agenda dalam rangkaian FBK 2017. “Nantinya juga ada lomba kayak, pawai budaya dan mobil hias dan direncanakan total hadiah sebesar Rp 150 juta,” sebutnya.

BACA JUGA: Kemenpar Boyong 40 Dubes Ikut Famtrip Golf di Batam-Bintan

Sementara Wali Kota Tanjungpinang H Lis Darmansyah mengatakan bahwa DBR lahir dari kegiatan tradisi salah satu etnis yang ada di ibu kota Provinsi Kepri itu. Selanjutnya, tradisi itu dipoles dan dijadikan sebagai agenda wisata tahunan Kota Tanjungpinang. ”Kini event DBR telah mengikuti standar internasional,” kata Lis.

Sebelumnya, lokasi DBR ada di Pantai Tanjungpinang. Tapi, sudah empat tahun ini DBR dilaksanakan di perairan Sei Carang. 

“Sei Carang memiliki kelebihan jika dibandingkan dengan Pantai Tanjungpinang. Alasan lainnya, kami juga bisa memperkenalkan wisata di Sei Carang di mana ada peninggalan historis dari Kerajaan Melayu masa lalu, yaitu situs Istana Kota Rebah,” ungkapnya.

Lis mengharapkan  penyelenggaran DBR mampu mempromosikan pariwisata Tanjungpinang. “Mudah-mudahan melalui event wisata di Sei Carang ini, tidak saja sebagai ajang perlombaan dibidang keolahragaan, tetapi mampu mempromosikan pariwisata kemaritiman yang ada di Kota Tanjungpinang Kepri,” harapnya. .

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya memberikan apresiasi terkait pelaksanaan ini. Kata dia, kegiatan itu harus diambil sisi positifnya.

”Kita ambil dari sisi tourism-nya, karena event ini merupakan kegiatan pariwisata yang menarik," katanya.

Menpar Arief Yahya menjelaskan, sejumlah event sport tourism yang berlangsung tahun ini antara lain Tour de Singkarak, Tour de Banyuwangi Ijen, Tour de Bintan, Jakarta Marathon, serta Bintan Thriatlon kemudian disusul dengan Thriatlon Ironman 70.3 Bintan yang diharapkan mampu mendongkrak pariwisata nasional. “Ini langkah yang baik untuk pencapaian target kunjungan 15 ribu wisatawan mancanegara tahun 2017 ini,” pungkasnya.(adv/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kejar 2 Juta Wisatawan, Karanganyar Kembangkan Homestay


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler