Ada-Ada Saja, Anggota DPRD Usul DKI Punya Dua Wagub

Rabu, 14 November 2018 – 22:56 WIB
DPRD DKI. Foto: Indopos

jpnn.com, JAKARTA - Anggota legislatif dari Partai Golkar Zainnudin, mengaku prihatin dengan polemik seputar calon wakil gubernur DKI penggangti Sandiaga Uno. Sebagai politisi sekaligus tokoh Betawi, yang notabane sebagai penduduk asli Jakarta, ia berharap masalah tersebut segera dituntaskan.

Untuk menengahi polemik soal Wagub DKI ini, orang Betawi pun mengusulkan kalau Jakarta sebagai ibu kota negara harusnya memiliki dua wagub.

BACA JUGA: PKS Tak Dapat Apa-Apa Selama Berkoalisi dengan Gerindra?

Anggota Majelis Adat Bamus Betawi ini mengatakan, sesuai Undang-undang (UU) sebetulnya memungkinkan wagub di Jakarta lebih dari satu orang mengingat kapasitas jumlah pendudukdan kompleksitas permasalahan yang membebani ibu kota.

“Untuk memudahkan menangani saratnya beban tersebut maka bisa saja dipercayakan kepada dua orang Wagub. Satu orang mewakili unsur politik dan satu orang lagi mewakili putra daerah,” ujar Oding, panggilan akrab Zainnudin kepada wartawan.

BACA JUGA: DPRD DKI Dorong Operasional Masjid Ditanggung APBD

Dijelaskan Oding, mengapa yang satunya harus putra daerah? Hal ini tidak lain karena bentuk dari penghargaan pemerintah daerah kepada orang Betawi.

“Apalagi Jakarta telah memiliki Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang pelestarian budaya betawi. Maka untuk menjamin keberlangsungan pelestarian dan juga pengembangan budaya Betawi terasa tepat dan sudah waktunya memberikan penghargaan kepada putra Betawi untuk menanganinya,” tukasnya.

BACA JUGA: PDIP Berharap Kursi Bekas Sandi Segera Terisi

Anggota Majelis Pakar Dewan Masjid Indonesia ini pun menyebut dengan adanya dua Wagub di Jakarta memaknai kekhususan Provinsi DKI sebagai ibu kota negara.

“Gubernur dan DPRD sudah waktunya memikirkan ini sebagai bentuk penghargaan dan terimakasih kepada orang Betawi yang telah berjuang mewarnai jalannya republik ini dari mulai dijajah sampai merdeka,” tegasnya.

Untuk itu, menurut anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Jakarta ini, menjadikan dua orang Wagub merupakan etika dan kesantunan dalam menghargai perjalanan panjang sebuah peradaban asli Jakarta tanpa mengenyampingkan sedikitpun makna akulturasi.

“Ini kampung Betawi dan Penduduk Betawi berjumlah 28 persen. Jumlah yang signifikan untuk melakukan pengabdian membangun kampungnya bersama dengan saudara-saudaranya dari keaneka-ragaman indonesia yang tinggal di Jakarta,” terang Oding.

Dengan demikin kata Oding, maka ruh peradaban Betawi yang telah menjadi ciri khas Jakarta akan jadi akar yang kuat untuk Jakarta lebih maju, lebih berbudaya dan lebih agamis. (ibl)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Sah! Taufik Gerindra Gagal Jadi Wagub DKI


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler