Ada Bau Busuk dari Sebuah Kamar di Apartemen Mewah, Hiiii.... Ngeri

Kamis, 30 Juni 2016 – 01:01 WIB
Foto/ilustrasi: Radar Solo/JPG

jpnn.com - JAKARTA - Para penghuni Apartemen Bellezza, Permata Hijau, Jakarta Selatan geger. Penyebabnya adalah adanya bau busuk yang menusuk hidung dari mayat korban mutilasi.

Bau busuk itu muncul dari kamar milik Yulius Sukur di lantai 23. Sedangkan orang yang pertama kali menemukan mayat di kamar Yulius adalah Isroji yang biasa membersihkan ruangan di hunian bertingkat itu.

BACA JUGA: Wagub Djarot: Tambah Umur, Tambah Sabar Pak Gubernur

Namun, Yulius tak tinggal di apartemen itu. “Kamarnya itu tidak ditempati (pemilik), tapi disewakan," kata salah satu polisi yang sempat berada di tempat kejadian perkara (TKP).

Isroji terakhir memeriksa kamar itu pada awal Mei 2016 lalu. Ketika itu tidak ada hal aneh di situ.

BACA JUGA: Larangan Merokok kok Sanksinya Tak Dapat Layanan Kependudukan?

Lalu pada tanggal 27 Juni, Jimy yang juga  anak buah Yulius mendatangi kamar di apartemen itu. Saat itu Jimy sudah mulai mencium aroma tak sedap. Namun, ia langsung keluar.

Sejak saat itulah kamar milik Yulius mengeluarkan aroma tidak sedap. Dan tadi siang sekira pukul 12.30 WIB, Isroji kembali diperintahkan oleh Yuli yang juga anak buah dari Yulius Sukur untuk membersihkan apartemen.

BACA JUGA: Diawali Naik Darah, Ahok Klarifikasi Pernyataanya Soal Jokowi dan Pengembang

Sekitar pukul 15.00 WIB, Isroji masuk ke kamar apartemen mewah itu. Ia langsung mencium aroma busuk, sehingga mencari sumbernya.

Ternyata sumbernya dari kamar mandi. Di bawah tempat  mencuci tangan atau wastafel ternyata ada sebuah kantong plastik hitam.

Ketika dicek, di dalamnya ada sebuah korden warna krem. Ternyata di dalamnya ada potongan mayat perempuan yang telah membusuk.

Saksi lantas melaporkan hal itu ke atasanya . Tak berapa lama kemudian, petugas apartemen dan polisi tiba di TKP.

Sementara kini jasad korban telah dibawa ke Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan guna diautopsi. Sedangkan kamar milik Yulius kini sudah dipasangi garis polisi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Awi Setiyono menduga mayat itu murni korban pembunuhan. Namun, polisi masih belum mengetahui identitas mayat itu.

"Masih pemeriksaan dulu. Belum diketahui siapa identitasnya," kata Awi.(elf/JPG/ara/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Sudah Lima Jakmania Disangka Menganiaya Polisi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler