Ada Buron FBI, Semua Guru JIS Harus Diinvestigasi

Kamis, 24 April 2014 – 12:46 WIB
Mantan guru JIS, James Vahey. Foto: FBI.Gov

jpnn.com - JAKARTA - Pihak Jakarta International School (JIS) mengakui bahwa buronan Federal Bureau of Investigation (FBI) Amerika"Serikat William James Vahey merupakan mantan guru di JIS. William berhenti pada tahun 2002 lalu setelah mengajar selama 10 tahun.

Kepala Sekolah JIS Timothy Carr mengungkapkan, pihaknya baru mendapat informasi dari sekolah internasional yang berada di Caracas, Venezuela, mengenai penyelidikan yang dilakukan oleh FBI Amerika Serikat terkait kasus William. Setelah memperoleh informasi tersebut, pihaknya segera menghubungi pihak FBI untuk"melakukan verifikasi.

BACA JUGA: Tak Mau Jadi Pesakitan, Gamawan Pilih Tanda Tangan

"Kami mendapat konfirmasi dari United States Departemen of Justices bahwa tersangka adalah mantan karyawan Jakarta International School dan invetigasi terus dilakukan," ujarnya di JIS, jakarta, kemarin.

Tim mengatakan, saat ini masalah tersebut saat ini sedang"berada di bawah penyelidikan pihak FBI. Ia juga menjanjikan akan bekerjasama sepenuhnya dengan pihak FBI.

BACA JUGA: SDA Hadir di Mukernas, Aroma Konflik Masih Tajam

"Kami akan mensupport FBI terkait masalah ini. Sementara itu kami juga akan tetap fokus dengan situasi yang saat ini masih berlangsung, termasuk keputusan penutupan sementara sekolah Early Childhood Program kami," ungkapnya.

Tim sendiri mengklaim bahwa pihaknya tidak sembarangan dalam melakukan perekrutan pengajar. Ia mengatakan, JIS memiliki standar yang tinggi untuk merekrut mereka.

BACA JUGA: Ruhut: Poros Baru Demokrat Bersama PAN dan PKB Sudah Cukup

Akan tetapi, ia tidak menjelaskan lebih lrinci standar apa yang yang digunakan untuk para pengajar asing dapat mengajar di JIS.

"Kami punya standar internasional yang tinggi yang harus dipenuhi para pengajar. Kami juga mengikuti standar perekrutan yang berlaku di Indonesia. Itu akan terus kami lakukan ke depannya," katanya.

Sementara itu, mengetahui kasus pencabulan yang dilakukan oleh mantan guru JIS, William ini, pihak Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) semakin mendesak JIS untuk melakukan investigasi terhadap semua guru terkait kasus pelecehan seksual pada MAK, 6 tahun.

Ketua KPAI Asrorun Niam menilai, setelah terkuaknya kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh mantan guru JIS membuat segala kemungkinan bisa saja terjadi pula pada kasus MAK.

Fakta tersebut, lanjut dia, meruntuhkan klaim JIS soal kebersihan dan tidak adanya potensi pelaku kekerasan seksual dari pihak guru JIS.

"Ya betul (harus ada investigasi guru). Kami sudah sampaikan dan kemudian dia janji akan konsolidasi dengan pihak internal," ungkap Asrorun saat dihubungi kemarin. (mia)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Rumuskan Putusan MK, Akil Tak Pernah Pengaruhi Hakim Lain


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler