Ada Kepentingan Bisnis, Negara Arab Ini Ingin Jadi Broker Perdamaian AS dan Iran

Selasa, 01 Februari 2022 – 22:42 WIB
Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani berbicara pada konferensi pers dengan Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian di Doha, Qatar, Senin (11/2/2019). ANTARA/REUTERS/NASEEM ZEITOON

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani mengatakan bahwa negaranya menggunakan saluran terbuka dengan Washington dan Teheran untuk mendekatkan pandangan Amerika Serikat dan Iran, seperti diberitakan al Jazeera TV, Selasa.

Pernyataan Menlu Qatar itu muncul setelah presiden AS Joe Biden dan emir Qatar bertemu di ruang kerja formal presiden AS --Ruang Oval-- pada Senin (31/1) untuk membahas hubungan bilateral dan masalah-masalah regional yang mendesak.

BACA JUGA: Ribuan Warga Afghan Pilih Republik Islam Iran ketimbang Taliban

Al-Thani mengunjungi Iran pada Kamis (27/1), yakni hanya beberapa hari sebelum kunjungan diplomatik emir Qatar ke Washington dan saat upaya Teheran dan negara-negara besar untuk menghidupkan kembali perjanjian nuklir 2015 memasuki masa krusial.

Menlu Qatar itu juga mengatakan membatasi masalah pasokan energi Eropa hanya untuk fokus pada krisis Ukraina saat ini adalah "hal yang tidak adil".

BACA JUGA: Lihat, Republik Islam Iran Sudah Bikin Israel dan Sekutunya Ketakutan

Dia menambahkan bahwa "masalah energi global bukan persoalan jangka pendek, melainkan hal yang memerlukan tindakan kolektif untuk diselesaikan."

Qatar, yang merupakan salah satu negara pemasok gas alam cair terbesar di dunia, kemungkinan akan mengalihkan pasokan gasnya ke Eropa jika konflik Ukraina mengganggu pengiriman gas dari Rusia ke benua itu.

BACA JUGA: Amerika Bakal Pakai Cara Halus untuk Kendalikan Nuklir Iran

Al-Thani menyambut baik janji Biden untuk menunjuk Qatar sebagai sekutu utama AS di luar Pakta Pertahanan Atlantik Utara (non-NATO).

Al-Thani mengatakan janji itu mencerminkan kekuatan hubungan bilateral dan membuka "peluang kemitraan" antara Qatar dan AS.

Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani mengakhiri kunjungannya ke Washington setelah mengesahkan kesepakatan kargo Boeing dan bertemu secara terpisah dengan Menteri Keamanan Dalam Negeri AS Alejandro Mayorkas untuk membahas tentang penjualan senjata. (ant/dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler