Ada Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Langkat, Uni Irma Merespons Pakai Kata Biadab

Selasa, 25 Januari 2022 – 19:37 WIB
Politikus NasDem Irma Suryani Chaniago bicara soal kerangkeng manusia di rumah Bupati Langkat. Ilustrasi Foto: dok.JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi Nasional Demokrat (NasDem) Irma Suryani Chaniago merespons perihal kerangkeng manusia di kediaman pribadi Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin-angin, di Desa Raja Tengah, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Uni Irma -sapaan akrabnya- menyatakan perbuatan yang dilakukan oleh Bupati Langkat itu ilegal dan tidak punya dasar hukum.

BACA JUGA: Mahasiswi Ini Diperkosa Seusai Minum Pemberian Bripka Bayu, 2 Kali, Begini Ceritanya

"Meskipun disampaikan Polres setempat bahwa itu penjara untuk pecandu narkoba, tetapi itu tetap perbuatan ilegal," kata Irma kepada JPNN.com, Selasa (25/1).

Dia juga menyebutkan jika benar para penghuni kerangkeng tersebut dipekerjakan tanpa digaji, Terbit Rencana Perangin Angin harus diproses hukum.

BACA JUGA: Gerombolan Bermotor Mengamuk, Pagar Masjid di Surabaya Didobrak Sambil Teriak-Teriak

"Jika benar itu dipekerjakan tanpa gaji, biadab betul itu bupati. Harus ada tuntutan lain untuk yang bersangkutan  selain urusan KPK," tegas Irma.

Anggota DPR RI yang diangkat melalu pergantian antarwaktu itu juga menyebutkan perbuatan tersebut memalukan partai politiknya.

BACA JUGA: Pengakuan 11 Saksi Soal Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Langkat, Ternyata

"Itu orang memalukan partainya dengan tindakan koruptif dan biadab," pungkas Irma.

Penemuan kerangkeng manusia di kediaman pribadi Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin itu berawal dari laporan yang diterima Lembaga swadaya pemerhati buruh migran, Migrant Care.

Atas hal ini, Migrant CARE pun akan membuat laporan temuan itu ke Komnas HAM, Senin (24/1). Hal itu dinilai menjadi sebuah eksploitasi perbudakan modern.

Kapolda Sumatra Utara Irjen Panca Putra Simanjuntak sendiri membenarkan temuan tersebut.

Hal itu dilihatnya, saat proses operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhadap Terbit pada Selasa (18/1) lalu.

BACA JUGA: Mbak Leli Agustin Tewas Ditembak di Kepala, Pelakunya Tak Disangka

"Pada waktu kemarin teman-teman dari KPK yang kami backup, melakukan OTT, kami melakukan penggeledahan saat itu di rumah pribadi Bupati Langkat. Nah, kami dapati betul ada tempat menyerupai kerangkeng yang berisi tiga sampai empat orang pada saat itu," kata Panca kepada wartawan, Senin.(mcr8/jpnn)


Redaktur : Budi
Reporter : Kenny Kurnia Putra

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler