Ada Spanduk Dukung Khilafah di Aksi Bela Islam 64

Jumat, 06 April 2018 – 19:47 WIB
Peserta aksi Bela Islam 64 membawa spanduk berisi dukungan terhadap sistem khilafah. Foto: Ricardo/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Massa Aksi Bela Islam 64 membawa berbagai macam spanduk saat berdemonstrasi di depan markas Bareskrim Polri, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Jumat (6/4). Mulai dari spanduk kecaman terhadap Rahmawati Soekarnoputri hingga seruan menegakkan khilafah.

Pantauan JPNN di lapangan, dua orang peserta aksi mebentangkan spanduk bertuliskan "Bersama Tegakkan Sistem KHILAFAH ISLAMIYAH". Logo Persaudaraan Alumni 212 juga terlihat di spanduk berlatar putih tersebut.

BACA JUGA: Taat ke Habib Rizieq, Massa Aksi 64 Tak Gubris Ketum MUI

Seperti diketahui, khilafah Islamiyah selama ini identik dengan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), organisasi Islam yang telah dibubarkan pemerintah tahun lalu. Namun, tidak ada logo HTI dalam spanduk yang dibawa peserta aksi tersebut.

HTI sendiri dibubarkan karena dianggap bertentangan Pancasila. Mereka berniat mengganti dasar negara dengan sistem khilafah.

BACA JUGA: Jangankan Tangkap Sukmawati, Memeriksa Saja Polri Tak Berani

Meski begitu, massa Aksi Bela Islam 64 terlihat santai saja mondar-mandir di depan markas Bareskrim membawa spanduk mendukung khilafah tersebut. Aparat pun tampak mengabaikan mereka.

Selain spanduk mendukung khilafah, ada juga peserta aksi yang membawa spanduk bertuliskan "Muslim Cyber Army (MCA) Hacktivist" dan "#KamiBanggaMenjadiMCA".

BACA JUGA: Aksi Bela Islam 64: Ketua Presidium Alumni 212 Maafkan Sukma

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu sejumlah orang yang mengaku sebagai anggota MCA ditangkap polisi karena menyebarkan hoaks dan ujaran kebencian.

Aksi Bela Islam 64 berlangsung dengan tertib meski massa merasa tidak puas dengan sikap Bareskrim. Mereka menganggap polisi tidak punya nyali untuk memeriksa Sukmawati. (dil/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Aksi Bela Islam 64: Bareskrim Tak Bernyali Periksa Sukmawati


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler