Ada Tol Trans Jawa, Ini Hasil Survei terkait Mudik Lebaran 2019

Kamis, 11 April 2019 – 09:37 WIB
Suasana di Terminal Bus Kalideres, Jakarta Barat, Senin (11/3). Ilustrasi Foto: Soetomo Samsu/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Hasil survei Balitbang Kementerian Perhubungan menunjukkan, adanya tol Trans Jawa membuat masyarakat dengan sampel di Jabodetabek dan Bandung memilih mudik lebaran 2019 menggunakan bus. Berkaca dari hal ini, ada beberapa hal yang diantisipasi oleh Kementerian perhubungan.

Dari hasil survei Balitbang Kemenhub diprediksi bahwa populasi yang akan melakukan mudik pada tahun ini di wilayah Jabodetabek sebanyak 3.465.458 rumah tangga. Dengan total populasi pemudik sebanyak 14.901.468 orang.

BACA JUGA: Tiket KA Tambahan untuk Lebaran: Bisa Disiasati dengan Cari Rute Alternatif

Daerah tujuan terbanyak pemudik dari Jabodetabek adalah ke wilayah Jawa Tengah sebanyak 5.615.408 orang dan kemudian ke Jawa Barat sebanyak 3.709.049 orang. Sementara di Jawa Timur hanya 1.660.625 orang atau 11,14 persen.

BACA JUGA: Pemprov Jatim Siapkan Mudik Gratis, Begini Cara Daftar

BACA JUGA: Tol Trans Jawa Dorong Pengembangan Kawasan Industri

Moda transportasi pilihan untuk mudik kali ini terbanyak adalah bus. Diprediksi ada 4.459.690 orang yang akan menggunakan bus. Sedangkan yang menggunakan mobil pribadi sebanyak 4.300.346 orang. Moda lainnya seperti kereta api diprediksi digunakan 2.488.058 orang, pengguna pesawat sebanyak 1.411.051 orang.

”Masih ada yang menggunakan sepeda motor sebanyak 942.621 orang,” ucap Kepala Badan Litbang Perhubungan Sugihardjo seperti diberitakan Jawa Pos.

BACA JUGA: 3 Tips Berburu Tiket KA Lebaran

Tol Trans Jawa menjadi rute pilihan bagi 399.962 mobil pribadi. Sedangkan pengguna sepeda motor akan menggunakan jalan alternatif. Hal ini dipahami karena jalan alternatif cenderung lebih sepi.

Balitbang Kemenhub juga telah memprediksi puncak arus mudik dan balik. Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada tanggal 31 Mei atau H-5 dengan perkiraan waktu keberangkatan terjadi pada pukul 06.00 WIB s.d 08.00 WIB.

Namun jika pemerintah memulai libur pada 30 Mei, saat tanggal merah perayaan Kenaikan Isa Al Masih, maka ada kemungkinan pergeseran puncak arus mudik. Puncak arus mudik akan terjadi pada 29 Mei. ”Arus balik diprediksi akan terjadi pada 9 Juni,” ujarnya.

Sementara itu Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi yang ditemui pada saat yang sama mengatakan bahwa pihaknya akan menggunakan hasil survei tersebut saat musim Angkutan Lebaran 2019.

Terkait keinginan pesepeda motor yang akan menggunakan jalur alternatif, maka Ditjen Perhubungan Darat akan memperbaiki marka dan menyediakan petugas disekitar jalur. ”Masyarakat di jalur alternatif juga akan diberitahu,” ujarnya.

Sedangkan untuk jalan tol, yang menjadi perhatian masih Jakarta-Cikampek. Sebab di tempat tersebut masih ada proyek. Pada angkutan lebaran, proyek disekitar Tol Jakarta Cikampek akan dihentikan mulai 26 Mei hingga 16 Juni. Tantangan tak berhenti di sini. Tol dari Cirebon hingga Surabaya juga rawan.

Sebab pemudik biasanya sudah mulai capek. ”Untuk itu bisa memanfaatkan rest area yang tidak hanya ada di sepanjang tol namun di luar pintu tol,” kata Budi.

Di jalan negara pun dapat perhatian. Misalnya pantura, bupati dan walikota di sekitar akan disurati oleh Menteri Perhubungan. Intinya adalah untuk menyiapkan jalur mudik yang aman. Sedangkan untuk yang melewati jalur selatan, Budi memberikan catatan di daerah Prupuk hingga Purwokerto.

Sebab di wilayah itu jalan alternatif sangat sedikit sehingga rawan macet. ”Magelang-Jogja dan daerah Ngagrek hingga Cileunyi juga menjadi perhatian,” bebernya.

Kabag Ops Korlantas Polri Kombes Pol Benyamin yang ditemui pada saat yang sama menyarakan kesiapan Polri dalam mendukung Angkutan Lebaran 2019. Pihaknya telah melakukan pemetaan daerah yang dianggap rawan dan membutuhkan rekayasa lalulintas.

”Arah Sumatera tidak masalah. Kalau Trans Jawa perlu diperhatikan Tol Jakarta Cikampek,” ujarnya. (lyn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Siap-siap, 29.456 Seat KA Tambahan Mulai Dijual Hari ini


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler