Ada Tulisan Mahal dan Hati-Hati di Sofa, Tenyata Tersimpan Barang Terlarang 336 Kg

Jumat, 12 Juni 2020 – 19:50 WIB
Tanaman ganja. Foto: YouTube/New York Post

jpnn.com, JAKARTA - Polda Metro Jaya menggagalkan upaya penyelundupan narkoba jenis ganja yang disimpan dalam sofa.

Untuk mengelabui petugas, pelaku menulis 'mahal, hati-hati', di sofa.

BACA JUGA: Terungkap! Kapal Kayu Ini Ternyata Bermuatan Jutaan Barang Terlarang dari Thailand

Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana mengatakan, ketika diperiksa ternyata di dalam sofa itu terdapat ganja seberat 336 kilogram yang dikirim dari Aceh ke Jakarta dengan menggunakan jasa pengiriman barang.

"Ganja ini berasal dari Lhokseumawe, Aceh kemudian dikirim melalui kargo ke Jakarta yang memang di sana ada pengirim dan ada alamat penerima," ujar Nana di Polda Metro Jaya, Jumat (12/6).

BACA JUGA: Walah! Oknum yang Menghina Polri Ini Ternyata Menyimpan Barang Terlarang

Kasus ini sendiri terungkap setelah petugas mendapati seseorang yang mengirim sofa dalam dua kali pengiriman dari Aceh menuju Jakarta pada 9 Mei 2020.

Pihak kargo kemudian menghubungi penerima paket berinisial yang diketahui berinisial J.

BACA JUGA: Keren, Polda Metro Jaya Diganjar Dua Penghargaan Karena Hal Ini

Kemudian, ketika dicek ternyata J adalah penerima fiktif.

Lantas pihak kargo kembali menghubungi J dan dia mengaku sedang berada di luar kota dan lusa dirinya akan mengambil paket tersebut.

Karena curiga, pihak kargo akhirnya menghubungi Polres Metro Jakarta Timur. Polisi pun menghubungi penerima paket dan mengecek alamat penerima paket yang ternyata merupakan alamat fiktif.

"Si penerima atas nama J masih bisa menerima telepon dengan alasan sedang di luar kota dan akan ambil beberapa hari kemudian. Sampe hari H-nya barang itu tidak diambil kemudian kami cek ke alamat yang bersangkutan di Cilandak Barat, Jaksel,” beber Nana.

Setibanya di lokasi, lantas sofa dibongkar. Benar saja, ternyata isinya adalah ganja dengan total berat mencapai 336 kilogram.

Meski begitu, Nana menyebut hingga kini pihaknya masih memburu pengirim paket dan penerima, karena kedua pelaku itu sekarang sudah tidak bisa dihubungi dan memberikan alamat palsu kepada pihak kargo.

"Kami terus lakukan upaya penyelidikan ke J. Dia sampai satu bulan kemarin enggak ambil barang. Dalam hal ini kami terus upaya lidik atau pelacakan ke yang bersangkutan baik penerima atau pengirim,” tegas Nana. (cuy/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler