Ada Wuzuquan Shaolin Kungfu di Sinarmas World Academy, Momen Langka!

Selasa, 12 September 2023 – 10:12 WIB
Rombongan Wuzuquan Shaolin Temple dan peserta South Shaolin Tradition Competition yang berasal dari dari 7 negara mengunjungi Sinarmas World Academy (SWA). Foto dok. SWA

jpnn.com, JAKARTA - Rombongan Wuzuquan Shaolin Temple dan peserta South Shaolin Tradition Competition yang berasal dari 7 negara mengunjungi Sinarmas World Academy (SWA).

Kunjungan dan pertunjukan itu merupakan salah satu rangkaian acara dari Konferensi Tahunan Asosiasi Internasional Wuzuquan South Shaolin di Jakarta pada (9/9).

BACA JUGA: Pengumuman! Kuil Shaolin Membuka Kelas Kung Fu untuk Pelajar Internasional

Dalam kesempatan langka ini, para peserta kompetisi akan menampilkan berbagai Gerakan Shaolin Kungfu di atas panggung Teater Trini Dewi, hadir di depan para siswa dan orang tua murid SWA. 

Para siswa dari kelas 2 sampai kelas 10, bersama dengan orang tua murid bisa menyaksikan penampilan Kungfu serta secara langsung dikenalkan seni bela diri Shaolin Kungfu. 

BACA JUGA: Borobudur dan Pertemuan Para Shaolin

Selain pertunjukan Kungfu, para siswa SWA juga akan menampilkan keahlian mereka dalam memainkan alat music tradisional Hulusi.

Sejarah Kungfu dimulai sekitar tahun 1.600 Masehi di Propinsi Fujian China Bagian Selatan, dikenal dengan nama Ngo Cho Kun dalam Bahasa Hokian, atau Five Ancestor Fist dalam Bahasa Inggris yang apabila di Indonesia-kan adalah Tinju Lima Leluhur. 

BACA JUGA: Sinarmas World Academy Gelar TEDxYouth Sajikan Hal Baru, Rudi Antara Bilang Begini

Shaolin Temple di Kota Quanzhou adalah pusat tempat dikembangkannya kungfu ini ribuan tahun yang lalu sampai saat ini.

Kungfu ini berkembang luas di Asia Tenggara (Philippine, Malaysia, Singapore, Indonesia) sejalan dengan migrasi ahli ahli kungfu dari Provinsi Fujian ke luar negeri.

Perkembangan Kungfu di Indonesia dikembangkan oleh Perguruan Kungfu Lo Ban Teng yang turut serta memprakarsai pendirian International South Shaolin Wuzuquan Federation.

Kedatangan peserta Wuzuquan Shaolin Tradition Competition ini merupakan salah satu bagian dari kegiatan Konferensi Tahunan Asosiasi Internasional Wuzuquan South Shaolin. 

Mr. Chang Ding, pimpinan dari International Southern Shaolin Wushu Friendship Association, menjelaskan kegiatan ini bertujuan agar generasi muda tertarik untuk mempelajari seni bela diri Kungfu.

Pembinaan fisik dan mental dalam seni bela diri Kungfu sangat penting untuk menghadapi tantangan kehidupan di masa depan.

Kegiatan ini, ujarnya, bisa menginspirasi para generasi muda saat ini agar mempertahankan seni tradisional bela diri sebagai salah satu Budaya Tionghoa yang amat berharga.

"Kami sangat berbahagia dapat memperoleh kesempatan ini," kata Anton Mailoa, Board Chairman SWA dalam keterangan tertulisnya dikutip Selasa (12/9).

Terpilihnya SWA sebagai tempat menunjukkan seni bela diri Shaolin dari peserta berbagai negara, tambahnya, ini sangat sesuai dengan komitmen SWA sebagai sekolah internasional yang menghargai tradisi dan budaya Asia. 

"Dengan adanya acara ini, diharapkan para murid yang hadir dapat tertarik untuk belajar seni bela diri dan menjadi bagian aktif dalam melestarikan budaya bela diri tradisional Asia," pungkasnya. (esy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Sinarmas Pension Plan Beri Manfaat Hingga Rp 6 Miliar Uang Pertanggungan


Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Mesyia Muhammad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler